Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Sepuluh pertandingan di Liga Primer Inggris 2018-2019 akan menciptakan neraka buat Liverpool dan Manchester City. Pasalnya, siapa yang terpeleset sedikit saja dalam lanjutan liga itu, dia yang akan keteteran dalam perebutan juara musim ini.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sampai pada pekan ke-28, Liverpool yang berada di puncak klasemen dan juara bertahan Manchester City yang berada di belakangnya hanya berselisih satu poin. The Reds meraih nilai 69 dengan selisih gol 49. City dengan nilai 68 tapi dengan selisih gol yang lebih baik, 55.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dalam prediksi di atas kertasnya, Tottenham Hotspur cukup sulit untuk mengejar keduanya setelah klub dari London berjuluk Spurs ini dikalahkan tetangganya, Chelsea, 2-0, dinihari tadi, Kamis 28 Februari 2019.
Tim asuhan manajer Maurizio Pochettino itu memang masih berada pada jarak cukup jauh yaitu 9 poin dari Liverpool. Tapi, yang lebih penting, Spurs seperti mengalami kejatuhan mental drastis setelah kalah dua kali beruntun di liga.
Entah apa yang terjadi pada diri Pochettino, manajer muda yang sangat bagus dari Argentina, ketika mantan pemain bek Espanyol ini bilang, “Mungkin 20 tahun lagi, Tottenham baru bisa juara liga.”
Dengan Totteham tercecer di urutan ketiga dan Arsenal berada di “kelas jauh” di urutan keempat dengan nilai 56 dari 28 pertandingan, kemungkinan terbesar adalah Manchester City lagi yang juara atau Liverpool memecahkan kebuntuannya puluhan tahun untuk menjadi juara Liga Primer Inggris.
Kemenangan telak Liverpool yaitu 5-0 di Anfield melawan peringkat kedelapan, Watford, dinihari tadi, Kamis 28 Februari 2019, mengisyaratkan bahwa pasukan manajer Jurgen Klopp sudah sangat siap mencetak sejarah setelah Liverpool terakhir juara pada era Kenny Dalglish dan kawan-kawan pada era 1980-1990-an.
Adapun Manchester City hanya menang tipis 1-0 di kandang melawan West Ham United dinihari tadi. Pasukan manajer Jurgen Klopp ini diganggu dengan cederanya gelandang jangkar Fernandinho dan bek tengah Aymeric Laporte. Sejauh mana Pep Guardiola bisa melakukan konsolidasi terhadap timnya, hal itu yang aka menentukan peluang mereka mempertahankan gelarnya pada musim ini.