Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
PAGI menjelang pukul lima. Koentjoro dan Kencana berada di ruang tunggu eksekutif Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta, menanti jadwal dan tujuan penerbangan yang sama. Dibatasi sekat, keduanya duduk terpisah tanpa saling mengetahui. Mulanya Koentjoro sibuk mengobrol dengan asistennya, Alifah. Begitu juga Kencana, yang ditemani asistennya, Fajar. Tapi kemudian, tanpa saling menatap, keduanya terlibat percakapan yang mengantarkan mereka pada kisah tak usai 20 tahun silam.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo