Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Seni

Berita Tempo Plus

Peci Putih Radhar

Radhar Panca Dahana membacakan sajak-sajak spiritual-nya di Gedung Kesenian Jakarta. Mencoba mengemas pentas dalam bentuk kolaborasi multimedia dan musik.

22 Februari 2020 | 00.00 WIB

Radhar Panca Dahana membawakan puisi LaluKau di Gedung Kesenian Jakarta, 19 Februari lalu./TEMPO/Nurdiansah
Perbesar
Radhar Panca Dahana membawakan puisi LaluKau di Gedung Kesenian Jakarta, 19 Februari lalu./TEMPO/Nurdiansah

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Radhar baca puisi

  • Radhar mentas sajak

  • Radhar baca sajak

WUDHU, sujud, zikir, thawaf, cahaya, takbir, raudah, salawat, basmallah, hijab, masjid. Kata-kata itu bertaburan dalam sajak-sajak Radhar Panca Dahana di kumpulan puisinya yang terbaru, LaluKau (2020). Berpeci putih, juga berkostum serba putih—serupa santri entah dari pesantren mana—Radhar membacakan sajak-sajaknya dengan berbagai ekspresi.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Seno Joko Suyono

Menulis artikel kebudayaan dan seni di majalah Tempo. Pernah kuliah di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Pada 2011 mendirikan Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) dan menjadi kuratornya sampai sekarang. Pengarang novel Tak Ada Santo di Sirkus (2010) dan Kuil di Dasar Laut (2014) serta penulis buku Tubuh yang Rasis (2002) yang menelaah pemikiran Michel Foucault terhadap pembentukan diri kelas menengah Eropa.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus