Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Legenda musik rock n roll, Rod Stewart akan kembali ke Singapura pada Maret 2024 sebagai bagian dari tur "Live in Concert, One Last Time". Ia akan membawakan hits terbaiknya, termasuk Have I Told You Lately, Maggie May, dan You Wear It Well dalam dua konser di Sands Expo and Convention Centre, Sands Grand Ballroom pada 16 dan 17 Maret 2024.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Menurut CNA Lifestyle, tiket konser mulai dari 150 dollar Singapura atau Rp 1.740.000 dan akan tersedia untuk dibeli mulai 10 November 2023. Dalam pernyataannya, Stewart mengatakan ia tidak sabar untuk kembali ke panggung.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Sudah 15 tahun sejak tur Asia terakhir saya, yang sudah terlalu lama! Saya sangat tidak sabar untuk kembali dengan daftar lagu terbesar saya dan salah satu produksi paling luar biasa dalam karier saya. Ini akan menjadi pesta yang sangat meriah!" katanya.
Profil Rod Stewart
Rod Stewart adalah salah satu musisi terlaris sepanjang sejarah, dengan lebih dari 250 juta rekaman dan singel terjual di seluruh dunia.
Karier Stewart telah melintasi lebih dari lima dekade, menghasilkan 10 album nomor satu dan 31 singel Top 10 di Inggris, termasuk "Maggie May" dan "Da Ya Think I'm Sexy?" Pada 2016, dia dianugerahi gelar ksatria atas jasanya dalam bidang musik dan amal.
Pria yang memiliki nama lengkap Roderick David Stewart ini dikenal sebagai salah satu penyanyi terbaik generasinya dan telah menulis beberapa lagu yang menjadi standar modern. Dia juga memiliki bakat sebagai penulis lagu yang menggabungkan unsur-unsur folk, rock, blues, dan country.
Setelah meraih kesuksesan, Stewart mulai mengubah gaya musiknya untuk sesuai dengan perkembangan zaman, yang menghasilkan hits di era disco, new wave, dan era MTV. Stewart kemudian merilis serangkaian album di mana dia membawakan lagu-lagu dari The Great American Songbook, sebelum kembali ke materi asli dengan album "Time" pada 2013.
Pencapaian Stewart
Rod Stewart memulai karier musiknya setelah menghabiskan waktu sebagai seorang magang di Brentford Football Club dan tur ke Eropa dengan penyanyi folk Wizz Jones pada awal 60-an. Setelah kembali ke Inggris, dia bergabung dengan grup R&B Jimmy Powell & the Five Dimensions sebagai vokalis dan pemain harmonika. Grup ini turut serta dalam tur di Inggris dan merekam satu singel untuk Pye Records.
Usai bergabung dengan Jeff Beck Group pada akhir 1966, Stewart memulai langkah besar menuju ketenarannya. Bersama dengan gitaris Jeff Beck, mereka menjadi salah satu blueprint standar untuk heavy metal. Album debut mereka, "Truth," dirilis pada musim gugur 1968 dan menjadi hit di Amerika Serikat dan Inggris.
Pada musim panas 1969, mereka merilis album kedua, "Beck-Ola," yang juga sukses di kedua negara. Namun, dikutip dari Allmusic, grup ini bubar pada musim gugur tahun yang sama.
Stewart kemudian bergabung dengan Faces sebagai penyanyi utama setelah Steve Marriott pergi. Mereka merilis album pertama dengan nama Faces, "First Step," yang mengubah arah musik mereka menjadi rock & roll bersemangat.
Album ini menjadi hit di Inggris dan Amerika Serikat, dengan singel "Stay with Me" yang menjadi hit di Amerika Serikat. Faces merilis album ketiga mereka, "A Nod Is as Good as a Wink...To a Blind Horse," pada 1971.
Pada tahun yang sama, Stewart merilis album solo ketiganya, "Every Picture Tells a Story," yang membuatnya menjadi nama besar di dunia musik. Singel "Maggie May" dari album ini menjadi hit nomor satu di Inggris dan Amerika Serikat.
Stewart melanjutkan dengan sejumlah album sukses, termasuk "Never a Dull Moment" pada 1972 dan "Smiler" pada 1974. Pada 1975, dia merilis "Atlantic Crossing," yang menunjukkan perubahan arah musiknya ke arah pop. Album ini mencakup singel nomor satu, "Tonight's the Night."
Kesuksesan Stewart berlanjut selama beberapa tahun, tetapi dia mengalami penurunan popularitas pada awal 80-an. Namun, dia kembali dengan album "Out of Order" pada tahun 1988, yang mencakup singel nomor satu Da Ya Think I'm Sexy? Selama beberapa tahun berikutnya, Stewart terus merilis album dan menjalani tur dunia.
Pada 2002, dia merilis album "It Had to Be You," yang merupakan awal dari serangkaian album yang menampilkan lagu-lagu populer dari Great American Songbook. Album-album ini mendapat sambutan positif dari pendengar dewasa dan menduduki puncak tangga album.
Stewart juga mengambil langkah kembali ke musik rock dengan album "Still the Same: Great Rock Classics of Our Time" pada 2006. Pada 2013, dia merilis album "Time," yang berisi lagu-lagu yang dia tulis sendiri, menandai kembalinya Stewart sebagai penulis lagu.
Pada 2018, dia merilis album "Blood Red Roses," yang mencapai peringkat satu di Inggris. Selanjutnya, Rod Stewart merilis album "The Tears of Hercules" pada November 2021, menunjukkan bahwa bakat musiknya terus berkembang.