Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Film

Tantangan Terbesar Produksi Film Petualangan Menangkap Petir

Produser film Petualangan Menangkap Petir, Prawita, tantangan terbesar dalam memproduksi film bergenre keluarga

23 Agustus 2018 | 16.09 WIB

Produser Film Petualangan Menangkap Petir. TEMPO/Dinda Leo Kristi
Perbesar
Produser Film Petualangan Menangkap Petir. TEMPO/Dinda Leo Kristi

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO,  Boyolali - Produser film Petualangan Menangkap Petir, Prawita, tantangan terbesar dalam memproduksi film bergenre keluarga adalah upaya meyakinkan pihak perusahaan bioskop bahwa film bermuatan edukasi untuk orang tua dan anak tetap akan laris di pasaran.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Saat kami datang ke pihak bioskop XXI, mereka bilang film horor masih banyak, antrenya sampai puluhan. Begitu pula film-film bertema cinta, antrenya juga puluhan,” ujar Prawita saat ditemui Tempo di Kabupaten Boyolali pada Rabu, 22 Agustus 2018.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Namun, setelah melalui proses screening, Prawita mengatakan, pihak XXI akhirnya mengakui kualitas film Petualangan Menangkap Petir besutan Kuntz Agus, sutradara yang sebelumnya menggarap film Republik Twitter (2012) dan Surga yang Tak Dirindukan (2015).

Walhasil, XXI pun bersedia memberi ruang yang cukup besar, yakni akan diputar di hampir seluruh bioskopnya di Indonesia. “Yang jadi tantangan, kalau sepi penonton selama empat hari berturut, filmnya langsung diturunkan. Sedangkan restu dari XXI baru kami terima 1,5 bulan lalu. Jadi lumayan mepet,” kata Prawita.

Film Petualangan Menangkap Petir diproduksi oleh Fourcolours Films. Filmnya sudah mengantongi jadwal pemutaran serentak di jaringan bioskop XXI pada 30 Agustus mendatang. Selain menggandeng sederet artis ibu kota seperti Slamet Rahardjo, Abimana Aryasatya, Arie Kriting, Darius, dan Putri Ayudya, film yang hampir sepenuhnya digarap di Kabupaten Boyolali ini melibatkan banyak warga lokal.  

Agar film Petualangan Menangkap Petir yang mengusung misi literasi digital itu dibanjiri penonton, Prawita menambahkan, timnya kini gencar bersosialisasi di wilayah Solo Raya, terutama di sekolah-sekolah. Prawita juga akan menggelar konferensi pers di Jakarta pada Jumat, 24 Agustus.

“Film genre keluarga berbeda dengan film horor atau film cinta yang enggak usah disosialisasikan tetap laris. Sebab, targetnya kaum muda yang selalu update informasi di media sosial,” kata Prawita.

Demi mendukung suksesnya film Petualangan Menangkap Petir yang diharapkan bakal mendongkrak nama Boyolali, Pemerintah Kabupaten Boyolali akan menyediakan 1.000 tiket nonton gratis. "Biar warga Boyolali nanti pada berbondong-bondong menonton filmnya di Kota Solo,” kata Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boyolali, Rita Puspitasari.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus