Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
PRESIDEN Joko Widodo tak bisa menyembunyikan kegusarannya ketika menanggapi maraknya aksi kelompok yang diduga ingin mengganti dasar negara. Pertengahan Mei lalu, ia memerintahkan aparatnya "menggebuk" siapa pun yang mengancam Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ungkapan itu muncul sampai tiga kali dalam tiga pertemuan. Tak ayal, istilah ini mengingatkan khalayak pada cara Presiden Soeharto saat merespons isu-isu yang mengganggu Orde Baru. "Karena menyangkut hal fundamental, enggak ada kata yang bisa mewakili lagi," ujar Jokowi, 55 tahun, ketika ditanya soal kesamaan itu.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo