Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan ibu memberikan minyak untuk menghangatkan tubuh bayi. Namun kebiasaan ini ternyata patut diwaspadai, karena beberapa jenis minyak tertentu dapat menyebabkan iritasi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca juga:
Kenali 2 Gejala Dermatitis pada Bayi dan Penyebabnya
Atasi Iritasi Kulit Bayi dengan Ekstrak Bunga Kalendula
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Terlebih, kulit bayi lebih tipis dan tidak seelastis orang dewasa, sehingga lebih mudah mengalami iritasi. Dokter spesialis kulit dan kelamin Matahari Arsy mengungkapkan minyak boleh digunakan sesekali. Misalnya, ketika memijat bayi atau sesekali kala berada di area yang dingin. Hindari mengoleskan minyak di area lipatan-lipatan kulit karena lebih rentan mengiritasi kulit.
"Dan pilihlah minyak yang baik. Sunflower seed oil bisa jadi salah satu pilihan karena terbukti memberi perlindungan tambahan pada kulit," kata Matahari. Penggunaan minyak yang biasa untuk memasak seperti minyak zaitun dan minyak kelapa, sebaiknya dihindari. Karena minyak jenis ini rentan mengiritasi kulit.
Artikel lain:
Jangan Beri Susu Bayi dengan Dot, Ini Kata Dokter
Kemenkes Ingatkan Produk Kental Manis Bukan Susu untuk Anak
Minyak yang bisa memberikan efek hangat pada tubuh juga memiliki risiko iritasi yang lebih tinggi dibanding minyak yang tak memberi efek serupa. Untuk menghangatkan tubuh anak, cukup lakukan dengan cara konvensional.
"Sejak kecil, cukup dibedong dan atur suhu ruangan. Bayi cenderung lebih tahan panas dibanding orang dewasa. Jika orang dewasa normalnya di suhu 24-25 derajat, anak-anak bisa di atas 24 derajat," pungkasnya.