Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Setelah diundang dan dibantu pendanaan Presiden Joko Wiodo atau Jokowi ke Istana, Ismail, 68 tahun, pemilik warung kopi dan mi instan di samping Pos Polis Sub Sektor Sarinah atau Pos Polisi Sarinah, Jakarta Pusat, mulai memperbaiki warungnya yang ludes terbakar pada kerusuhan 22 Mei 2019.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Baru bisa dibenahi hari ini. Sedikit-sedikit saya dibantu teman buang puing-puing sisa bangunan yang dibakar," kata Ismail saat ditemui di warungnya, Selasa, 28 Mei 2019.
Warung Ismail dibakar massa bersamaan dengan pembakaran Pos Polis Sarinah pada Rabu dinihari, 23 Mei 2019. Selain itu, massa juga menjarah dua warung rokok yang berada di samping Pos Polisi Sarinah. "Kalau warung saya sebenarnya tidak dijarah. Cuma ikut dibakar massa bersamaan Pos Polisi Sarinah, karena ada di sebelahnya."
Ismail menargetkan bisa mengangkat seluruh puing bangunan dan material warungnya yang terbakar sebelum lebaran. Sebabnya, setelah lebaran dia berencana mulai membuka warung kopi dan mi instan itu kembali.
Menurut Ismail, sejumlah bantuan telah diterimanya dari sejumlah pihak yang peduli terhadap kejadian yang menimpa warungnya. Salah satu yang mengundang dan memberikan bantuan kepadanya adalah Presiden Joko Widodo atau Jokowi. "Dari menteri dan lembaga pendidikan juga memberikan bantuan kepada kami yang warungnya dibakar dan dijarah," ujar Ismail.
Kata Ismail, atas kejadian itu, tak satu pun barang dagangannya dan perabotan warungnya yang tersisa. "Semuanya habis terbakar. Bahkan, tiga tabung gas 3 kilogram yang saya selamatkan ikut diambil massa," ujarnya.
Pada 22-23 Mei 2019, kerusuhan pecah di depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat. Kerusuhan itu merambat hingga ke Tanah Abang, Slipi, dan Jalan Wahid Hasyim. Massa dan polisi saling bentrok setelah aksi 22-23 Mei oleh Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat. Atas insiden kerusuhan 22 Mei itu, Dinas Kesehatan DKI mencatat ada delapan orang meninggal.