Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
JAKARTA - Kondisi mata kiri penyidik utama Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, semakin buruk akibat infeksi. Jika kondisi mata kiri Novel itu kian parah, opsi terbaik adalah mengangkat bola mata tersebut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Kemarin masih diupayakan pakai obat, tapi ternyata belum bisa sembuh juga. Kalau ketemu dokter lagi, mungkin yang terbaik apa yang akan dilakukan nanti," kata Rina Emilda, istri Novel, kemarin.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Mata Novel rusak parah karena disiram dengan air keras oleh dua orang tak dikenal pada 7 April 2017. Saat itu, Novel berjalan pulang ke rumahnya di Jalan Deposito, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, seusai melaksanakan salat subuh. Mata kiri Novel sempat membaik saat menjalani perawatan di Singapura.
Namun kondisi mata Novel itu kembali memburuk sejak diperiksa oleh penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya selama 10 jam pada 6 Januari 2020. Satu hari setelah pemeriksaan, mata kiri Novel mengalami pembengkakan karena infeksi. Dokter memvonis mata kirinya sudah tak bisa dipulihkan. Mata kirinya kini buta total.
Menurut Emil, sejak saat itu infeksi di mata kiri suaminya tidak juga membaik. Mata kiri Novel itu terlihat memerah dan terdapat warna putih tanda infeksi. "Dia bilang enggak enak matanya. Ngeganjel kaya ada benjolan di dalam gitu. Mungkin efek infeksi," ujar dia.
Rekan sejawat Novel di KPK, Yudi Purnomo, mengatakan dirinya memang melihat ada tanda putih di mata kiri Novel. Tanda putih seperti jamur putih. Tapi, meski kondisi matanya memburuk, Novel tetap masih masuk kantor hingga hari ini. ROSSENO AJI NUGROHO
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo