Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip
Kolom

Berita Tempo Plus

Hilangnya Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi

Problem kebebasan berekspresi terwujud lewat penguasa yang antikritik. Memakai hard dan soft power untuk membungkam kebebasan.

28 Juli 2024 | 00.00 WIB

Wartawan meletakan kartu persnya ketika aksi tolak Revisi Undang-Undang (RUU) Penyiaran di Bundaran DPRD Jember, Jawa Timur, 16 Mei 2024. Antara/Seno
Perbesar
Wartawan meletakan kartu persnya ketika aksi tolak Revisi Undang-Undang (RUU) Penyiaran di Bundaran DPRD Jember, Jawa Timur, 16 Mei 2024. Antara/Seno

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

APA yang kita ingat dari sepuluh tahun pemerintahan Joko Widodo dalam hal kebebasan berpendapat dan berekspresi? Menurut Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Jokowi antikritik dan tak mendengarkan rakyat. Sikap antikritik ini terlihat dari serangkaian teror dan intimidasi terhadap orang-orang yang kritis terhadap pemerintahan. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia menyebutkan terjadi praktik penghancuran demokrasi dan negara hukum dalam pemerintahan Jokowi. Setara Institute pun menilai jaminan kebebasan berekspresi, bersama pemenuhan hak atas tanah, merupakan hal terburuk dalam kepemimpinan Jokowi.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Asfinawati

Majelis Pengetahuan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus