Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Saat sudah berumah tangga, seorang wanita sering mengalami kecemasan atau bahasa sederhananya, panik. Hal ini disebabkan peran dan fungsi seorang wanita setelah berumah tangga yang telah bergeser menjadi seorang istri dan ibu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dorongan untuk menjadi istri dan ibu yang terbaik inilah yang kemudian menyebabkan munculnya rasa cemas. Seperti sebuah reaksi alami, bahwa saat seseorang mengalami kecemasan, kebutuhan akan teman curhat pun meningkat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Artikel terkait:
Sebab Orang Nyaman Curhat di Media Sosial Seperti Angel Lelga
Curhat Yuk, Manfaatnya Bisa Mencegah Depresi
Akan tetapi, psikolog dari TigaGenerasi, Saskhya Aulia Prima, mengingatkan agar para wanita yang sedang merasa cemas ini jangan sampai salah pilih tempat untuk mencurahkan hati. Salah-salah malah lebih bikin cemas dan panik.
"Temukan support group. Cari yang tepat dan bisa membantu, bukan yang malah bikin pusing," kata Saskhya.
Menurutnya, grup suport yang tepat itu lebih kepada mencari yang cocok dan bikin nyaman. Misalnya, ada orang yang memang sukanya curhat dengan gaya dramatis. Bila salah tempat curhat ke orang yang terlalu realistis, bisa-bisa malah bikin baper atau bahkan terpuruk.
Akan lebih baik lagi bila grup suport yang dimiliki adalah orang-orang yang sudah diketahui pasti kompetensinya. Misalnya, untuk curhat masalah kesehatan anak, maka tentukan satu nama yang dianggap tepat untuk memberikan masukan tentang masalah kesehatan anak. Jika memiliki kecemasan soal ASI, maka bisa tentukan satu nama atau grup yang dianggap bisa memberi informasi paling tepat tentang ASI.
Baca juga:
Andrea Miranda, Dosen Mungil yang Jadi Tempat Curhat Mahasiswa
Jangan Abaikan Curhat Orang Depresi di Media Sosial
"Maka jangan ragu untuk menuliskan dengan jelas nama-nama mereka yang kita jadikan support group untuk tiap kecemasan yang sering kita hadapi," kata Saskhya.
Ini bisa jadi sebagai resolusi tahun baru ibu untuk tidak lagi menjadi ibu yang mudah panik. "Karena inti dari mengatasi kepanikan adalah menemukan solusi yang tepat, bukan malah berlarut-larut dalam kecemasan," tandas Saskhya.