Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dengan sorot mata tajam, Omar Ali menatap setiap lawan bicaranya. Bekas Wali Kota Marawi di Mindanao, Filipina selatan, ini menyatakan tidak lagi percaya bahwa konflik berdarah di Marawi dapat berakhir damai. "Saya tidak tahu. Korban tewas sudah banyak, kota sudah porak-poranda," kata Ali.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo