Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau warga agar melaksanakan pemotongan hewan kurban, tidak hanya mengikuti syariat Islam tapi juga mengikuti protokol kesehatan pencegahan penularan Covid 19 pada Idul Adha 1441 Hijriah. Imbauan itu disampaikan bersamaan dengan anjuran gubernur agar masyarakat tidak membeli hewan kurban secara langsung ke lapak-lapak pedagang.
Warga disarankan untuk membeli hewan kurban secara daring. “Jika tidak ingin membeli online, warga bisa mendatangi panitia penyelenggara Idul Adha di masjid sekitar rumah,” kata Anies dalam video yang diunggah di akun YouTube DKI Jakarta, Ahad malam, 26 Juli 2020.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Berikut adalah protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 saat pemotongan hewan kurban selama pelaksanaan Idul Adha:
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
1.Pemotongan hewan kurban hanya dihadiri panitia yang dibatasi jumlahnya.
"Sebisa mungkin jangan sampai ada kerumunan apalagi padat, tidak jaga jarak," kata Anies.
2.Masyarakat yang tahun ini membeli hewan kurban tidak menghadiri langsung ke lokasi pemotongan.
Gubernur meminta warga percaya kepada panitia untuk melakukan pemotongan hewan kurban sampai pendistribusian dagingnya. "Insyaallah mereka bisa amanah."
3.Jaga kelompok yang risiko tinggi tertular, seperti anak-anak, orang tua yang punya penyakit bawaan.
Anies meminta masyarakat saling mengingatkan sehingga tidak meluas penularan wabah ini dan tidak membuat orang-orang berisiko terpapar.
4.Panitia penyelenggara Idul Adha mendistribusikan daging kurban secara langsung kepada para mustahik.
Sejak tahun lalu, Pemprov DKI Jakarta juga mengolah daging kurban menjadi makanan siap saji supaya lebih awet. "Ketika mereka menerima, bisa langsung dikonsumsi sehingga tidak perlu memasak dan mengeluarkan biaya tambahan."