Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Protokol Kesehatan Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban Idul Adha

Warga disarankan membeli hewan kurban untuk Idul Adha secara daring selama wabah Covid-19.

27 Juli 2020 | 12.06 WIB

Ilustrasi pemeriksaan hewan kurban. TEMPO/Iqbal Lubis
Perbesar
Ilustrasi pemeriksaan hewan kurban. TEMPO/Iqbal Lubis

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau warga agar melaksanakan pemotongan hewan kurban, tidak hanya mengikuti syariat Islam tapi juga mengikuti protokol kesehatan pencegahan penularan Covid 19 pada Idul Adha 1441 Hijriah. Imbauan itu disampaikan bersamaan dengan anjuran gubernur agar masyarakat tidak membeli hewan kurban secara langsung ke lapak-lapak pedagang.

Warga disarankan untuk membeli hewan kurban secara daring. “Jika tidak ingin membeli online, warga bisa mendatangi panitia penyelenggara Idul Adha di masjid sekitar rumah,” kata Anies dalam video yang diunggah di akun YouTube DKI Jakarta, Ahad malam, 26 Juli 2020.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Berikut adalah protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 saat pemotongan hewan kurban selama pelaksanaan Idul Adha:

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

1.Pemotongan hewan kurban hanya dihadiri panitia yang dibatasi jumlahnya.

"Sebisa mungkin jangan sampai ada kerumunan apalagi padat, tidak jaga jarak," kata Anies.

2.Masyarakat yang tahun ini membeli hewan kurban tidak menghadiri langsung ke lokasi pemotongan.

Gubernur meminta warga percaya kepada panitia untuk melakukan pemotongan hewan kurban sampai pendistribusian dagingnya. "Insyaallah mereka bisa amanah."

3.Jaga kelompok yang risiko tinggi tertular, seperti anak-anak, orang tua yang punya penyakit bawaan.

Anies meminta masyarakat saling mengingatkan sehingga tidak meluas penularan wabah ini dan tidak membuat orang-orang berisiko terpapar.


4.Panitia penyelenggara Idul Adha mendistribusikan daging kurban secara langsung kepada para mustahik.

Sejak tahun lalu, Pemprov DKI Jakarta juga mengolah daging kurban menjadi makanan siap saji supaya lebih awet. "Ketika mereka menerima, bisa langsung dikonsumsi sehingga tidak perlu memasak dan mengeluarkan biaya tambahan."

 

 

Imam Hamdi

Bergabung dengan Tempo sejak 2017, setelah dua tahun sebelumnya menjadi kontributor Tempo di Depok, Jawa Barat. Lulusan UPN Veteran Jakarta ini lama ditugaskan di Balai Kota DKI Jakarta dan mendalami isu-isu human interest.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus