Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar Faisal Ramadhani mengklaim kondisi keamanan di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan dan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, cenderung aman usai serangan yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) pada Rabu, 31 Juli 2024.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Kondisi di Yahukimo dan Intan Jaya normal saja, khususnya di Ibukota Dekai dan Sugapa,” kata Faisal ketika dihubungi, Jumat 2 Agustus 2024.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ketika dihubungi terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan hal serupa. Menurut dia, kondisi ke dua wilayah tersebut saat ini terpantau aman. “Situasi sementara kondusif aman,” tuturnya. Namun, dia belum menjawab soal upaya keamanan yang dilakukan Polda Papua usai serangan itu.
Sebelumnya, juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan Kodap VII Intan Jaya telah melakukan penyerangan terhadap aparat militer indonesia yang sedang melakukan tugas pengamanan negara di Pos Militer yang berada di Kampung Titigi, Kabupaten Intan Jaya.
“Dalam penyerangan tersebut, Enos Tipagau dan pasukan TPNPB-OPM Kodap VIII Intan Jaya mengakui telah melakukan penembakan terhadap dua aparat militer indonesia yang sedang berada di Pos Militer di Kampung Titigi,” kata Sebby melalui keterangan tertulis, Rabu, 31 Juli 2024.
Penembakan itu terjadi pada Rabu siang. Akibat peristiwa tersebut, satu prajurit TNI tewas dan satu lagi luka-luka. “Dan sebuah kendaraan militer berlapis baja bocor dalam penyerangan tersebut,” tuturnya.
Di Yahukimo, TPNPB OPM Kodap XVI Yahukimo mengklaim telah menembak mati dua anggota TNI. Selain itu, terdapat satu unit truk yang dibakar oleh Komandan operasi Batalyon Yamue Dejang Heluka.
Satgas Damai Cartenz-2024 juga membenarkan adanya serangan TPNPB OPM di Yahukimo. Dalam insiden ini, satu warga sipil bernama Abdul Muzakir tewas.