Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Media iklan luar ruang dengan teknologi LED, videotron, di depan Graha Mandiri, Jakarta Pusat, masih saja gelap alias tak beroperasi. Ini teramati sejak videotron itu menjadi buah bibir pada Selasa lalu, 16 Januari 2024.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Gara-garanya, iklan bikinan komunitas penggemar capres Anies Baswedan yang ditayangkannya 'tiba-tiba' dihentikan di hari pertamanya dari rencana seminggu pada Senin, 15 Januari 2024. Komunitas mengumumkannya pada Selasa dengan menambahkan keterangan tidak dapat melanjutkan penayangan tanpa disertai alasan yang jelas.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sejak itu hingga hari ini, Jumat 19 Januari 2024, pemandangan pada layar videotron itu tetap: gelap. Ini juga teramati oleh Abdullah, 23 tahun, salah seorang pedagang kaki lima yang berada di sekitar kawasan Graha Mandiri.
Dia mengaku sempat melihat tayangan iklan kampanye capres Anies Baswedan di videotron besar tersebut pada Senin lalu. “Saya ada lihat sih jam setengah 7 pagi itu iklan Pak Anies di depan lampu merah,” ucapnya saat ditemui hari ini.
Dia menganggapnya sebagai iklan biasa, tak paham soal kehebohan di balik penayangannya yang menghilang tiba-tiba.
Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Bawaslu Jakarta Pusat menyatakan tengah menelusuri kasus videotron Anies ini. “Dari Rabu kemarin, lagi penelusuran,” kata Ketua Bawaslu Jakarta Pusat Christian Nelson Pangkey atau yang biasa disapa Sonny, saat dikonfirmasi TEMPO melalui pesan singkat pada Kamis, 18 Januari 2024.
Dia menambahkan bahwa penelusuran dilakukan setelah kasus iklan kampanye dari komuntas pendukung Anies Baswedan tersebut mendapat perhatian atau atensi dari Bawaslu DKI Jakarta. “Dapet atensi dari pimpinan,” katanya.
Langkah penelusuran mengikuti yang dilakukan Bawaslu Kota Bekasi. Sederet videotron yang ada di Jalan KH Noer Ali di kota itu juga berperilaku yang sama pada Senin lalu. Bawaslu Kota Bekasi mengatakan, penelusuran untuk memastikan apakah kasus videotron Anies yang berhenti tayang prematur itu ada hubungannya dengan Pemerintah Kota Bekasi atau tidak.