Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Wagub Lampung Nunik Disebut Pansos Terkait Curhatan Bima soal Lampung Tak Maju-maju

Wagub Lampung Nunik buka suara soal tudingan pansos dari warganet soal curhatan Bima soal Lampung tak maju-maju.

15 April 2023 | 11.15 WIB

Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia.
Perbesar
Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kritik seorang pemuda asal Lampung, Bima Yudo Saputro, soal Lampung tak maju-maju, viral di media sosial. Belakangan, Bima kembali curhat (curahan hati) usai mendapat kabar bahwa polisi memeriksa orangtuanya di Lampung usai video kritiknya viral di media sosial. Bima merasa keluarganya diancam.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Chusnunia Chalim, buka suara terkait dugaan ancaman yang disuarakan Bima. Lewat akun Instagramnya, perempuan yang akrab disapa Nunik itu meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Timur serta DPRD Provinsi Lampung menjamin keamanan dan keselamatan keluarga Bima. Namun upaya Nunik dianggap warganet sebagai pencitraan alias 'pansos'.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Lagi nelpon bang Nover, bang itu ada orang tuanya anak yang di Australia si Bima, itu katanya dia bikin video orang tuanya terancam. Abang tolong datangi kerumahnya bilang aman, kita backup, semua orang boleh kritik," ujarnya Nunik dalam akun Instagram pribadinya.

Ia juga menegaskan siapa pun boleh mengkritik Pemprov Lampung. Dan Pemprov juga siap menerima kritik tersebut.

"Jangan khawatir semua orang boleh kok kritik, kalau ada bahasa yang tidak pas, cukup kita benerin aja. Tapi semua orang bebas mengkritik karena kita berdemokrasi. Tolong dibantu ya bang, nanti saya kesana juga," tegas dia.

Nunik juga meminta Bima dan orang tuanya tidak takut dan khawatir akan adanya ancaman usai video kritiknya viral. Pihaknya selaku Pemprov Lampung siap mem-back up.

"Jangan khawatir koordinasikan dengan temen-temen di sana. Kalau bisa temui dan komunikasikan dengan Pak Bupati. Titip, dibantu biar merasa aman," lanjut Nunik dalam unggahannya.

Selanjutnya: Dianggap pansos

Dianggap pansos

Upaya Nunik tersebut malah dianggap pansos oleh sejumlah warganet. Diketahui, istilah pansos merupakan singkatan dari panjat sosial yang menyatakan perbuatan seseorang yang memanfaatkan orang lain, barang, ataupun peristiwa untuk mendapat perhatian, keuntungan, ataupun untuk mengangkat status sosial.

Nunik kembali buka suara soal tudingan pansos dari sejumlah warganet terhadap dirinya.

Alhamdulillah sudah terbiasa menghadapi berbagai situasi. Ini tadi saya berusaha menghubungi Bima, dan dapatnya begini….gakpapa kok, niat saya baik, saya menghubungi Bima karena diinfo bahwa distory Bima merasa keluarganya terancam. Pak bupati pun sudah datang ke raman utara menemui orang tua Bima, dan tabayyun alias klarifikasi bahwa ancaman itu ternyata tidak benar,” tulis Nunik dalam unggahan di akun Instagramnya.

Yowis le….lanjutkan kuliah yang bener ya….mencari ilmu, semoga menjadi ilmu yang berkah manfaat. Ketika ada yang menyampaikan tentang merasa terancam, saya membantu. Ketika bantu disebut pansos…yowis le…ora popo (ya sudah, tidak apa-apa),” sambung Nunik dalam tulisannya.

Dalam unggahan lainnya, Nunik juga meminta maaf jika niatnya membantu Bima dianggap salah oleh warganet.

Wis lanjut….yang mampir di lapak saya, dan nyerapahnya kurang pantas ya gak papa nanti kalau ada yang nyapu nyapu. Saya Nunik, minta maaf kalau yang saya lakukan tadi berniat membantu ternyata dianggap salah,” tulisnya.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus