Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat tidak menghubungkan kunjungan Gubernur Anies Baswedan ke Yogyakarta untuk kepentingan politik. Menurut Riza, kunjungan Anies ke DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Yogyakarta merupakan bagian dari tugasnya sebagai gubernur.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Ga usah dihubung-hubungkan sama politik, apalagi Pilpres masih jauhlah ya, masih 2024," ujar Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Februari 2022.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Wagub DKI itu menerangkan, dia dan Anies saat ini sedang fokus dan berkomitmen menunaikan tugasnya sebagai kepala daerah. Kunjungan ke markas PPP di Yogyakarta, menurut Riza, merupakan bagian dari tugas Anies.
"itu kan ada kegiatan, kan bukan liburan, ada tugas," kata Riza.
Kunjungan Anies Yogyakarta untuk menghadiri acara DPW PPP Yogyakarta. Dalam kunjungan itu, Anies bakal berbicara soal pengalamannya memimpin Ibu Kota Jakarta di depan para kader partai berlambang ka'bah itu.
"Betul, beliau bertolak ke Jogja via kereta. Berangkat kemarin setelah menghadiri acara di PPP DKI Jakarta," ujar Sekretaris DPW PPP DKI Jakarta Mumtaza Rabbany alias Gus Najmi.
Selanjutnya Anies bakal berpidato di acara DPW PPP Yogyakarta...
Dalam poster yang tersebar, Anies bakal menyampaikan pidato dengan tema "Membangun untuk Mempersatukan". Acara itu juga bakal dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa.
Meski disebut bukan untuk kepentingan politik, Gubernur DKI itu diarak menggunakan kereta kuda saat menghadiri peringatan hari lahir (harlah) PPP ke-49 di Yogyakarta. Sepanjang diarak dengan kereta kuda dari hotel pelaksanaan Musyawarah Kerja Wilayah PPP Grand Dafam menuju JEC itu, Anies disambut pekik para kader PPP sebagai calon presiden atau Capres 2024.
Kunjungan Anies itu kemudian mendapat kritik dari anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak mengkritik kunjungan Anies Baswedan. Safari politik Anies itu dinilai Gilbert tidak tepat karena dilakukan saat kasus Covid-19 varian Omicron sedang meroket.
"Pada saat virus tersebut sudah sampai di kantornya, malah meninggalkan Jakarta untuk acara DPW PPP Yogyakarta," ujar Gilbert.
Gilbert menjelaskan, varian Omicron yang saat ini meledak memang tidak seganas varian Delta. Namun hal ini tidak menjadi pembenaran untuk Anies meninggalkan Ibu Kota saat kondisi pandemi mulai parah.
Apa lagi, Gilbert mengklaim sampai saat ini tidak ada penjelasan dari Anies soal upaya pencegahan penularan virus tersebut.