Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Waspada Skoliosis Berisiko pada Kehamilan sampai Kematian

Kondisi tulang belakang yang melengkung atau skoliosis ini biasanya lebih banyak dialami wanita, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

18 Juli 2018 | 12.44 WIB

Skoliosis
Perbesar
Skoliosis

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Skoliosis adalah kondisi tulang belakang yang melengkung ke arah ke arah lateral dengan sudut cobb lebih dari 10 derajat. Skoliosis ini biasanya lebih banyak dialami wanita, mulai dari anak-anak hingga dewasa. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dr. dr. Ninis Sri Prasetyowati, Sp. KFR, konsultan ahli dari Klinik Scoliosis Care mengatakan skoliois dapat berdampak pada kemampuan wanita untuk hamil sampai berujung kematian. Hal ini bisa terjadi karena adanya kelainan kongenital, kelainan pembentukkan tulang, atau kelainan neurologis, tapi pada sebagian kasus bersifat idiopatik. Ini yang mempengaruhi tingkat kesuburan pada wanita.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

“Kalau kurvanya sudah di atas 50 derajat (kebengkokkannya) tidak disarankan untuk hamil. Negatifnya, kemungkinan dia hamil juga bahkan tidak,” ujar Nistriani di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018.

Lebih lanjut, Nistriani menambahkan penyebab wanita lebih rentan mengalami skoliosis salah satunya karena otot wanita lebih sedikit dibanding dengan laki-laki. Selain itu, wanita lebih banyak menghabiskan banyak waktu mereka untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, memasak, dan lainnya. 

“Buruknya, malah beberapa pekerjaan rumah tangga justru yang cenderung membuat kita jadi bungkuk,” kata Nistriani. Kebiasaan lainnya yang juga cenderung menyebabkan soliosis pada wanita adalah gaya hidup yang buruk, seperti gaya berdiri dan duduk yang salah.

Masih ada dampak negatif skoliois lainnya pada tubuh, seperti pencernaan. Ini karena skoliosis akan menutup lubang-lubang saraf untuk menuju ke organ-organ penting dalam tubuh. Sayangnya, sampai saat ini belum ada tanda-tanda atau gejala yang bisa diketahui apakah seseorang menderita skoliosis atau tidak.

“Paling rasanya sering ngilu aja pada bagian punggung (kebanyakannya). Tapi, kalau tidak diperiksa ini akan berujung kematian. Sebab, tulang belakang bengkok, sementara gunannya untuk melindungi organ-organ penting di sana. Kalau dia bengkok, kan pas mengalami rotasi otot juga dan mempengaruhi kerja organ lainnya,” tutup Nistriani. 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus