Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Digital

Instagram Bikin Survei Ras dan Etnis Penggunanya, Untuk Apa?

Instagram memastikan kalau setiap tanggapan yang diberikan tidak akan menjadi membatasi pengalaman pengguna di platform media sosial itu.

29 Juli 2022 | 20.41 WIB

Survei ras dan etnis di Instagram. Foto: Instagram
Perbesar
Survei ras dan etnis di Instagram. Foto: Instagram

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Instagram akan mulai menanyai data ras dan kesukuan sebagian penggunanya di Amerika Serikat. Instagram menyatakan hendak mempelajari bagaimana pengalaman yang didapat dari platformnya dalam kelompok-kelompok yang berbeda.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Instagram mengumumkan latar belakang atas sigi yang digelarnya itu lewat pos di blog pada Kamis 28 Juli 2022. Dijelaskan kalau survei dibagikan kepada pengguna secara acak, dan mereka yang terpilih akan menerimanya dalam bentuk pop-up dalam aplikasi.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Survei diselenggarakan oleh kelompok riset YouGov. Instagram mengatakan tidak ada keharusan untuk mengisi alias hanya opsional. Instagram juga memastikan kalau setiap tanggapan yang diberikan tidak akan menjadi membatasi pengalaman pengguna di platform media sosial itu.

"Termasuk tidak akan mempengaruhi jangkauan Anda atau bagaimana orang terlibat dengan konten Anda dengan cara apa pun.”

Menurut bos Instagram, Adam Mosseri, pengumpulan data akan membantu platform mencari cara untuk meningkatkan Instagram bagi pengguna. “Jika kita ingin memastikan bahwa Instagram adil dan setara sebagai sebuah pengalaman, kita perlu memahami cara kerjanya untuk komunitas yang berbeda,” katanya dalam pesan video, 

Setelah tanggapan pengguna dikumpulkan, data akan didentifikasi, dibagi, dan disimpan di beberapa lembaga penelitian, termasuk Texas Southern University, University of Central Florida, Northeastern University, dan Oasis Labs. Dalam unggahan di blog, Instagram mengatakan tanggapan individu tidak akan ditautkan kembali ke akun pengguna dan bahwa perusahaan hanya akan mendapatkan data gabungan dari lembaga mitra.

Pada 2020, Instagram membuat tim ekuitas yang bertugas mempelajari algoritme untuk bias rasial. Musim gugur yang lalu, Meta, perusahaan induk Instagram juga mengatakan sedang mengerjakan cara untuk mengukur, “bagaimana orang-orang dari komunitas yang terpinggirkan mendapatkan pengalaman dari teknologi Meta.”

Kelompok hak-hak sipil dan advokat lainnya telah lama meminta Facebook dan platform media sosial lainnya untuk memeriksa bagaimana sistemnya mempengaruhi orang kulit berwarna. Sementara, ada banyak laporan media tentang bagaimana platform diduga melakukan diskriminasi.

Sebuah laporan dari The Washington Post pada tahun lalu, misalnya. Laporan itu merinci bagaimana temuan internal Meta bahwa sistemnya seputar penghapusan ujaran kebencian secara tidak proporsional membahayakan pengguna kulit hitam tidak dibagikan dengan kelompok hak-hak sipil. 

THE VERGE

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus