Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

17 Kawasan Berikat Baru Beroperasi di Jawa Tengah, Ini Daftarnya

Amin menjelaskan bahwa pemberian izin kawasan berikat akan menguntungkan perusahaan lewat berbagai fasilitas yang diberikan.

17 Desember 2020 | 07.10 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditemani Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi tengah berbincang dengan perwakilan PT Dunia Express di Kawasan Pusat Logistik Berikat, Sunter, Jakarta Utara, Jumat, 4 Oktober 2019. Tempo/Dias Prasongko
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditemani Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi tengah berbincang dengan perwakilan PT Dunia Express di Kawasan Pusat Logistik Berikat, Sunter, Jakarta Utara, Jumat, 4 Oktober 2019. Tempo/Dias Prasongko

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Sepanjang 2020, Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah – DIY memberikan izin operasional kepada 17 kawasan berikat. Amin Tri Sobri, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah – DIY, Amin menuturkan bahwa izin tersebut diberikan sebagai upaya peningkatan realisasi investasi sekaligus mendongkrak nilai ekspor di Jawa Tengah. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Harapannya tentu fasilitas ini dapat membantu menggerakkan dan memulihkan ekonomi daerah, yaitu dengan penanaman investasi, peningkatan ekspor dan penyerapan tenaga kerja di sekitar perusahaan,” kata dia, Selasa 15 Desember 2020.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Amin menjelaskan bahwa pemberian izin kawasan berikat akan menguntungkan perusahaan lewat berbagai fasilitas yang diberikan. “Perusahaan akan mendapatkan penangguhan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor tidak dipungut atas bahan baku yang akan diolah dan kemudian hasilnya diekspor kembali,” kata dia. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus cash flow perusahaan.

PT. Sumber Masanda Jaya merupakan salah satu kawasan berikat yang baru mendapatkan izin. Berlokasi di Kabupaten Brebes, perusahaan ini memproduksi sepatu olahraga Nike dengan kapasitas produksi 3,6 juta pasang per tahun.

LeeYoung Jin, Direktur PT. Sumber Masanda Jaya, mengklaim bahwa perusahaannya mampu menyerap 10.000 karyawan. Dalam acara seremonial pemberian izin kawasan berikat, Lee mengapresiasi segala kemudahan yang diberikan pemerintah.

“Perusahaan kami memiliki bahan baku yang sangat banyak. Dengan adanya fasilitas pemerintah ini, tentunya akan sangat membantu kami,” ujarnya.

17 izin kawasan berikat yang diberikan sepanjang 2020 ini tersebar di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Umumnya, perusahaan yang mengajukan izin bergerak di bidang industri garmen dan alas kaki, dua produk ekspor unggulan Jawa Tengah.

Berikut adalah daftar 17 kawasan berikat yang telah beroperasi di Jawa Tengah pada 2020 ini:

  1. PT MAS Silueta Indo - garmen
  2. PT Parkland World Indo - alas kaki
  3. PT Winners International - garment
  4. PT Kembangarum Indah Perkasa - fancy plywood
  5. PT Shoenary Javanesia - alas kaki
  6. PT Wanho Industries Indo - diecast mobil
  7. PT Masterkidz Indonesia - mainan anak kayu dan plastik
  8. PT Hamana Works Tira Indo - car carrier trailer
  9. PT Geomed Indo - alat kesehatan
  10. PT Fuling Food Packaging - peralatan makanan minuman
  11. PT Sport Glove Indo - sarung tangan
  12. PT Star Fashion Indo - garmen
  13. PT Sejin Fashion Indo - garmen
  14. PT Tah Sung Hung - alas kaki
  15. PT Hoplun Boyolali Indo – garmen
  16. PT Batang Apparel Indonesia – garmen
  17. PT PT Sumber Masanda Jaya – Alas kaki
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus