Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Basuki Hadimuljono Dikabarkan Tak Masuk Kabinet Prabowo, Pengamat Ungkap Kriteria Menteri PUPR Berikutnya

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dikabarkan tak masuk bursa pemerintahan berikutnya. Bagaimana kriteria Menteri PUPR yang cocok?

21 Februari 2024 | 20.25 WIB

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) meninjau perbaikan tanggul sungai Wulan yang jebol di Desa Ketanjung, Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, Senin, 12 Februari 2024. Kementerian PUPR mengoperasikan 12 mesin pompa air guna mengurangi genangan banjir di permukiman serta menerjunkan lima ekskavator untuk perbaikan tanggul yang ditargetkan selesai dalam tiga hari. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Perbesar
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) meninjau perbaikan tanggul sungai Wulan yang jebol di Desa Ketanjung, Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, Senin, 12 Februari 2024. Kementerian PUPR mengoperasikan 12 mesin pompa air guna mengurangi genangan banjir di permukiman serta menerjunkan lima ekskavator untuk perbaikan tanggul yang ditargetkan selesai dalam tiga hari. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dikabarkan tak masuk bursa pemerintahan berikutnya. Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, memimpin real count KPU dengan perolehan suara sementara sebesar 58,78 persen pada hari ini.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi atau Instran, Deddy Herlambang, menanggapi soal kriteria Menteri PUPR pengganti Basuki. Deddy pun menyoroti berpijak dari sektor infrastruktur yang berkaitan dengan transportasi, seperti jalan, tol, dan sebagainya yang menjadi kewenangan PUPR.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Kalau di sektor infrastruktur, Pak Probowo sudah berjanji akan meneruskan era Pak Jokowi," ujar Deddy kepada Tempo, Rabu, 21 Februari 2024.

Deddy menuturkan, lebih baik Menteri PUPR selanjutnya dari kalangan profesional seperti Basuki. "Kalau menteri-menteri yang bertanggung jawab di perekonomian dan infra struktur, lebih baik dari kalangan profesional yang expert di bidangnya."

Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan, Nirwono Joga, mengatakan Menteri PUPR harus orang di dalam kementerian tersebut yang telah berdinas lama. Sehingga, memudahkan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh jajaran PUPR, serta tidak perlu beradaptasi mapupun pengenalan budaya kerja ke-PUPR-an.

Selain itu, menurut dia, Basuki sudah membuat standar tinggi terhadap keberhasilan kinerja PUPR. Sehingga butuh orang dekat yang mendampingi Basuki selama ini yang sudah paham betul cara kerja, berpikir, dan bertindak Menteri PUPR tersebut. 

"Calon Menteri PUPR juga bisa mengembangkan diri denga kekhasan diri masing-masing, namun keberhasilan kinerja ke-PUPR-annya harus minimal sama atau lebih baik lagi dari kinerja Pak Basuki," kata Nirwono saat ditanyai secara terpisah.

Ditanya soal sosok yang cocok menggantikan Basuki, Deddy dan Nirwono memiliki pandangan yang berbeda. Deddy menyebut, Ignasius Jonan adalah sosok yang tepat.

Adapun Jonan pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) pada 2016-2019, Menteri Perhubungan pada 2014-2016, dan Direktur PT KAI pada 2009-2014.

Sedangkan Nirwono menilai Endra Saleh Atmawidjaja menjadi sosok yang bisa menggantikan Basuki. Endra adalah Staf Ahli Basuki merangkap Juru Bicara PUPR.

Endra juga pernah menempati jabatan lain di PUPR, yaitu sebagai Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Kota Besar dan Kota Baru pada 2015-2016 dan Kepala Bidang Sub Direktorat Kebijakan dan Strategi Perkotaan pada 2011-2015. 

Sebelumnya di media sosial X muncul poster biru berisi nama-nama tokoh yang bakal menduduki jabatan di kabinet Prabowo-Gibran. Pada poster itu, muncul nama Ridwan Kamil sebagai Menteri PUPR. 

Selain itu, turut beredar pula pesan di WhatsApp tentang susunan kabinet Prabowo-Gibran. Dalam versi ini, Menteri PUPR diampu oleh Eddy Soeparno.

Anggota Dewan Pakar Tim Kemenangan Nasional Prabowo-Gibran, Dradjad Wibowo, angkat soal bocornya daftar nama yang akan mengisi pos-pos menteri dalam kabinet baru pemerintahan selanjutnya pada 2024–2029. 

"Sependek pengetahuan saya, belum ada pembahasan mendetail tentang nama-nama," kata Drajad ketika dihubungi Tempo, Selasa, 20 Februari 2024. 

AMELIA RAHIMA SARI | DEFARA DHANYA 

Amelia Rahima Sari

Alumnus Antropologi Universitas Airlangga ini mengawali karire jurnalistik di Tempo sejak 2021 lewat program magang plus selama setahun. Amel, begitu ia disapa, kembali ke Tempo pada 2023 sebagai reporter. Pernah meliput isu ekonomi bisnis, politik, dan kini tengah menjadi awak redaksi hukum kriminal. Ia menjadi juara 1 lomba menulis artikel antropologi Universitas Udayana pada 2020. Artikel yang menjuarai ajang tersebut lalu terbit di buku "Rekam Jejak Budaya Rempah di Nusantara".

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus