Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA kembali mengimbau nasabah untuk mengganti kartu debit magnetic stripe ke kartu debit chip untuk mencegah terjadinya pemblokiran. Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan Bank Indonesia melalui SE BI No.17/52/DKSP.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Bank sentral dalam surat itu menyebutkan penggunaan kartu magnetic stripe hanya diizinkan pada kartu ATM atau debit tertentu saja. Bila masih ada nasabah yang memakai magnetic stripe, kartu akan diblokir. Tiap bank dalam memblokir punya jadwal yang berbeda-beda.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Khusus untuk BCA mulai memblokir kartu magnetic stripe pada awal tahun 2022. Melalui unggahan pada akun resmi Instragam BCA @goodlifebca, Jumat, 13 Agustus 2021, nasabah diajak untuk segera menukarkan kartu debit tersebut.
Adapun batas penggantian ini akan berlangsung hingga 31 Desember 2021. "Jika ada yang belum tukar ke kartu debit BCA Chip, risikonya kartu akan terblokir otomatis," ujar BCA dari laman Instagram.
Lalu, bagaimana cara nasabah mengganti kartu ATM BCA magnetic stripe tersebut?
Pertama, nasabah bisa mendatangi cabang BCA di seluruh Indonesia dan menemui petugas Customer Service. Kedua, penggantian kartu bisa dilakukan melalui mesin dengan self service di cabang yaitu mesin CS Digital dan lokasinya dapat dicek pada laman resmi BCA.
Situs bca.co.id menjelaskan tiga alasan utama nasabah wajib menukarkan kartu debit menjadi berteknologi chip. Pertama, kartu debit chip, misalnya BCA Mastercard, bisa melakukan transaksi debit online. Hal itu dilakukan dengan cara mengaktifkannya lewat BCA mobile.
Kedua, Bank Indonesia sudah mencanangkan implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan penggunaan 6 Digit PIN untuk kartu ATM /Kartu Debet yang diterbitkan di Indonesia sejak beberapa tahun lalu.
"Jadi, kamu harus segera mengganti ke Paspor Chip daripada nantinya tidak bisa digunakan karena bank-bank dan merchant-merchant sudah mulai mengganti mesin EDC yang bisa membaca kartu chip secara bertahap," tulis BCA.
Ketiga, kata BCA, data kartu magnetic strip secara teknologi lebih mudah di-copy ketimbang kartu chip yang secara teknologi lebih maju. Jadi, kartu magnetic strip itu lebih berisiko terkena kejahatan online.
BISNIS