Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Chandra Asri dan Glencore Rampungkan Akuisisi Saham Shell Singapore

Dengan infrastruktur yang dimiliki dan pusat perdagangan Aster, Chandra Asri Group akan memperkuat rantai pasok energi nasional.

3 April 2025 | 14.46 WIB

PT Chandra Asri Pacific. Dok. Chandra Asri
Perbesar
PT Chandra Asri Pacific. Dok. Chandra Asri

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) bersama Glencore resmi menyelesaikan akuisisi saham Shell Singapore Pte. Ltd. (SSPL) di Shell Energy and Chemicals Park (SECP) yang kini bertransformasi menjadi Aster Energy and Chemicals Park di Singapura. Langkah ini dilakukan melalui CAPGC Pte. Ltd., perusahaan patungan antara Chandra Asri Capital Pte. Ltd. dan Glencore Asian Holdings Pte. Ltd.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Akuisisi ini mencakup fasilitas energi dan kimia strategis, termasuk kilang dengan kapasitas pemrosesan 237.000 barel minyak mentah per hari, Ethylene Cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom, serta aset kimia hilir di Pulau Jurong. Dengan kepemilikan baru ini, Aster akan tetap beroperasi secara independen, sementara seluruh karyawannya dipastikan tetap bekerja di bawah manajemen yang ada.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra menyatakan akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung pertumbuhan industri kimia Indonesia.

“Dengan memperluas jejak strategis melalui Aster, kami memastikan ketersediaan sumber daya vital bagi Indonesia serta berkontribusi pada stabilitas ekonomi jangka panjang dan daya saing global,” ujar Erwin Ciputra dalam keterangan resmi yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis, 3 April 2025.

Managing Director Glencore Singapore Quek Chin Thean menyebut akuisisi tersebut selaras dengan strategi perusahaan dalam berinvestasi pada aset potensial serta memperluas kehadiran di pasar utama.

“Kami tetap berkomitmen untuk mendorong inovasi, keberlanjutan, dan keunggulan operasional di seluruh kegiatan bisnis,” katanya.

Aster akan memainkan peran penting dalam memasok produk kilang dan petrokimia untuk memenuhi permintaan domestik Indonesia. Dengan infrastruktur yang dimiliki dan pusat perdagangan Aster, Chandra Asri Group akan memperkuat rantai pasok energi nasional serta mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku kimia utama, seperti MEG, Polyols, dan monomer.

Selain itu, dia juga mengatakan optimalisasi perdagangan antara Indonesia dan Singapura menjadi aspek kunci dari akuisisi ini. Sinergi dalam rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan baku seperti Naphta hingga penjualan silang produk kilang (Pygas & MTBE) serta petrokimia (Ethylene, Propylene, dan Raff-1), diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan menjaga pasokan.

Selain itu, dia mengklaim akuisisi tersebut juga diperkirakan akan membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Keuntungan yang dihasilkan dari Aster akan direpatriasi dan diinvestasikan kembali untuk memperkuat neraca pembayaran nasional serta mendukung pengembangan bisnis Chandra Asri Group.

“Selain itu, ekspansi ini akan membuka sekitar 200 peluang kerja baru di Indonesia melalui pendirian perusahaan yang mengelola operasi backend Aster,” kata Quek Chin Thean.

 

Dinda Shabrina

Lulusan Program Studi Jurnalistik Universitas Esa Unggul Jakarta pada 2019. Mengawali karier jurnalistik di Tempo sejak pertengahan 2024.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus