Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akhirnya memperoleh ijazah kelulusan sekolah menengah atas (SMA) melalui jalur paket C jurusan ilmu pengetahuan sosial setelah mengikuti program tersebut sejak 2015. Susi mendapat ranking pertama dari semua peserta ujian di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dengan perolehan skor 429 dari tujuh mata pelajaran yang harus diikuti.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Hari ini, Jumat, 13 Juli 2018, Susi secara resmi menerima ijazah paket C, yang diserahkan Yayasan Bina Pandu Mandiri dari Kabupaten Ciamis. Yayasan ini dipilih Susi untuk memberikan persiapan baginya mengikuti ujian kesetaraan tersebut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Bagaimanapun dengan jumlah nilai 429 itu, dari tujuh mata pelajaran itu, untuk di Kabupaten Ciamis dari 569 peserta ujian paket C, beliau ranking 1,” kata Ketua Yayasan Bina Pandu Mandiri Didi Ruswendi, Jumat.
Perjalanan Susi untuk mendapatkan ijazah SMA butuh waktu lama. Setelah mendaftar pada 2015, Susi tekun mengikuti sesi sharing yang dilakukan yayasan itu. Selama mendapatkan bimbingan berupa modul dan buku pelajaran, Susi diakui sangat patuh dan tekun dalam mempelajari semua pokok pelajaran agar lulus.
Sebelum memulai program, Susi mulanya melakukan pendaftaran, seperti menyerahkan foto diri dan surat keterangan pernah mengemban pendidikan di kelas X SMA di Yogyakarta. Setelah surat keterangan diperoleh yayasan, Susi kemudian diberikan pendidikan untuk anak kelas XI dan XII. Selama itu, Susi terus mendapat modul. Yayasan juga menyesuaikan waktu pertemuan sesuai dengan jadwal sang menteri.
Didi mengatakan Menteri Kelautan dan Perikanan itu baru mengikuti ujian pada 11-13 Mei 2018. Dalam tiga hari ujian, Susi dinilai cukup patuh, seperti hadir ke ruangan 15 menit sebelum ujian dimulai. Ujian berlangsung cukup ketat, mulai pukul 07.30 hingga 15.30.
“Ibu Susi Pudjiastuti sangat disiplin dan ikut ujian selama tiga hari sesuai jadwal yang ada. Tidak banyak yang tahu, hanya Bupati dan Kelapa Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah yang tahu. Kami juga sepakat tidak mem-publish supaya Ibu Susi konsentrasi selama ujian,” ucap Didi.