Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Dasco: Danantara Tidak akan Buat Wewenang Kementerian BUMN Kopong

Menurut Dasco, Kementerian BUMN bakal tetap memiliki peran penting sebagai regulator meski pengelolaan aset dan dividen BUMN menjadi kewenangan Danantara.

18 Februari 2025 | 12.40 WIB

Gedung Daya Anagata Nusantara (Danantara)  di Jakarta, 7 November 2024. Tempo/Tony Hartawan
Perbesar
Gedung Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Jakarta, 7 November 2024. Tempo/Tony Hartawan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan tetap berperan penting meski pemerintah membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara). Danantara nantinya akan berperan sebagai pengelola aset dan dividen seluruh perusahaan pelat merah yang berada di bawah Kementerian BUMN.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Menurut Dasco, Kementerian BUMN bakal tetap memiliki peran penting sebagai regulator. Dia mengatakan peluncuran Danantara tidak akan membuat wewenang kementerian yang dipimpin Menteri BUMN Erick Thohir itu menjadi kopong. "Kalau dibilang kopong, ya tidak. Karena regulasi, perencanaan, tata kelola tetap ada di BUMN," kata Dasco kepada Tempo pada Jumat, 14 Februari 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dasco menyampaikan akan ada pembagian tugas antara Kementerian BUMN dengan BP Danantara. Dia menilai pembagian tugas akan membantu kedua lembaga untuk menjalankan masing-masing tugas mereka dengan maksimal.

Dasco juga menungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto ingin menyegerakan pembentukan BP Danantara. Menurutnya, Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, ingin Danantara segera beroperasi sebagai instrumen untuk investasi dalam negeri.

Dasco berujar Prabowo menyegerakan peluncuran Danantara agar dapat secepatnya memanfaatkan dividen perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Pak Prabowo ingin Danantara segera terbentuk untuk melakukan pengelolaan investasi dividen BUMN sebesar-besarnya," kata Dasco.

Prabowo, kata Dasco, ingin keuntungan yang dihasilkan BUMN bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat melalui pengelolaan Danantara. Strategi itu, Dasco mengklaim, bisa membuat Indonesia tidak bergantung kepada utang. "Untuk kepentingan rakyat, tanpa tergantung pinjaman dari luar," ucap pria yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI itu.

Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan akan meluncurkan Badan Pengelola Investasi Danantara pada Senin, 24 Februari 2025 mendatang. Informasi itu ia sampaikan dalam pidatonya pada World Governments Summit 2025.

Prabowo menyebut pemerintah Indonesia siap meluncurkan sovereign wealth fund terbaru, Danantara, yang menurut evaluasi awal akan mengelola US$ 900 miliar asset under management (AUM) atau aset dalam pengelolaan.

Francisca Christy Rosana berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus