Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi mengumumkan susunan Dewan Penasihat mereka, sebuah langkah strategis dalam memperkenalkan lembaga pengelola dana investasi negara tersebut kepada publik dan komunitas keuangan internasional.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Lima sosok Dewan Penasihat Danantara yang didapuk sebagai penasihat, mayoritas berasal dari luar negeri dan memiliki reputasi besar di dunia keuangan global, yaitu Jeffrey Sach, Raymond Thomas Dalio atau Ray Dalio, Helman Sitohang, F. Chapman Taylor, dan Thaksin Shinawatra
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Di antara deretan nama asing tersebut, Helman Sitohang menjadi satu-satunya figur keturunan Indonesia yang dipercaya untuk mengisi kursi Dewan Penasihat. Meski kini berstatus sebagai warga negara Singapura, rekam jejak Helman di dunia keuangan sangat erat dengan Indonesia dan Asia Tenggara.
Profil Helman Sitohang
Helman Sitohang kelahiran 1965 di Praha, Cekoslowakia, dari ayah asal Indonesia dan ibu berdarah Slovakia, Helman besar di Indonesia dan memulai karier di industri perbankan sejak awal dekade 1990-an.
Helman berhasil masuk ITB jurusan teknik elektro dan lulus tahun 1984. Dia melanjutkan pendidikan pascasarjana hingga meraih gelar Master of Business Administration atau MBA di University of Applied Sciences, St. Gallen, Swiss, dari 1986 hingga 1991.
Dikutip dari laman idxchannel, perjalanan profesional Helman dimulai ketika ia bergabung dengan Deutsche Bank dan ING Barings, dua institusi keuangan ternama Eropa, yang memberinya fondasi kuat dalam industri perbankan dan keuangan global. Namun, kariernya benar-benar menanjak saat ia bergabung dengan Credit Suisse, salah satu bank investasi global asal Swiss. Di bank tersebut, Helman menghabiskan hampir dua dekade kariernya dan berhasil menorehkan sejumlah pencapaian gemilang.
Helman pernah menduduki posisi sebagai Kepala Investment Banking untuk Asia Tenggara, lalu naik menjadi CEO Credit Suisse untuk kawasan Asia Tenggara. Puncak kariernya di Credit Suisse terjadi ketika ia dipercaya sebagai CEO untuk Asia Pasifik dari tahun 2015 hingga 2021. Penunjukan itu menjadikannya sebagai figur pertama asal Asia Tenggara yang berhasil duduk di dewan eksekutif bank global sekelas Credit Suisse.
Di bawah kepemimpinannya, Credit Suisse Asia Pasifik mencatatkan profitabilitas yang tinggi dan memperluas jejak bisnisnya di kawasan yang memiliki potensi ekonomi besar tersebut. Helman terlibat langsung dalam berbagai transaksi keuangan berskala besar, termasuk penggalangan dana dan aksi korporasi merger dan akuisisi (M&A) di Asia Tenggara dengan nilai lebih dari 200 miliar dolar AS. Keahliannya dalam merancang dan mengeksekusi strategi keuangan membuatnya dijuluki sebagai "rainmaker".
Setelah mengakhiri kariernya di Credit Suisse pada Juni 2021, Helman melanjutkan kiprahnya di dunia investasi dengan bergabung bersama OCP Asia sebagai Chairman pada tahun 2023. OCP Asia merupakan manajer investasi kredit swasta yang berfokus pada penyediaan solusi pinjaman langsung yang dijamin di kawasan Asia Pasifik. Di bawah kepemimpinannya, OCP Asia telah menyalurkan lebih dari 6 miliar dolar AS ke berbagai proyek dan transaksi kredit di wilayah tersebut.
Reputasi Helman sebagai bankir berkelas dunia semakin diperkuat ketika pada tahun 2024, Blackstone Inc., salah satu perusahaan ekuitas swasta terbesar di dunia dengan aset kelolaan mencapai 1 triliun dolar AS, merekrutnya sebagai Penasihat Senior untuk kawasan Asia Tenggara.
Selama lebih dari tiga dekade kariernya, Helman telah menjadi figur sentral dalam transaksi besar di dunia keuangan, mulai dari pasar modal, pembiayaan proyek, hingga manajemen kekayaan pribadi. Keahliannya yang komprehensif dan jejaring luasnya di kawasan Asia, khususnya Indonesia, membuatnya dihormati sebagai salah satu bankir paling berpengaruh di Asia Pasifik.
Selain sukses di dunia profesional, Helman juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan filantropi. Ia pernah menjabat sebagai Direktur di Credit Suisse Foundation dan terlibat dalam Room To Read Singapore Ltd., sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan literasi anak-anak dan pendidikan perempuan di negara-negara berkembang.
Berbagai pencapaian Helman Sitohang diakui oleh dunia keuangan internasional, salah satunya dengan penghargaan "Outstanding Achievement Award" dari FinanceAsia pada tahun 2015, yang mengapresiasi kepemimpinannya di industri perbankan investasi Asia.
Pilihan Editor: Alasan Banyak Tokoh Direkrut Masuk Pengurus Danantara