Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Gandum Meroket Akibat Perang Rusia-Ukraina, Harga Mi Instan dan Roti Ikut Naik?

IGC Market Indicator menyebutkan perang Rusia-Ukraina memicu melejitnya harga gandum dunia. Apakah harga mi instan, roti hingga sereal langsung naik?

7 Maret 2022 | 08.00 WIB

ilustrasi mi instan (pixabay.com)
Perbesar
ilustrasi mi instan (pixabay.com)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Terus melonjaknya harga gandum usai perang antara Rusia dan Ukrania diperkirakan bakal makin mendorong kenaikan sejumlah produk yang menggunakannya sebagai bahan baku, misalnya mi instan hingga sereal.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

International Grains Council (IGC) Market Indicator mencatat harga gandum di pasar global per Maret 2022 mencapai US$ 335 per ton. Harga komoditas tersebut melonjak 46 persen ketimbang periode serupa tahun lalu sebesar US$ 229 per ton.

IGC Market Indicator menyebutkan perang Rusia-Ukraina yang belakangan menimbulkan ketegangan di Laut Hitam turut memicu melejitnya harga gandum di pasar dunia. Ketegangan di Laut Hitam tersebut bahkan telah mendongkrak sub-indeks gandum sebesar 12 persen hingga hampir mendekati puncaknya selama 14 tahun terakhir.

Adapun stok gandum nasional saat ini dilaporkan masih sekitar 2 juta ton. Stok tersebut diklaim bakal bertahan hingga April 2022.

Soal ini, ekonom Bahana Sekuritas Putera Satria Sambijantoro, Rami Ramdana, dan Drewya Cinantyan sebelumnya telah menyebutkan bahwa Indonesia memiliki hubungan dagang yang cukup besar dengan Rusia dan Ukraina.

Dengan konflik yang makin memanas di antara dua negara tersebut, aktivitas perdagangan dengan Indonesia diperkirakan bakal terimbas. Apalagi Indonesia tercatat sebagai importir utama dan terbesar gandum.

Data trademap.org menyebutkan volume impor gandum dan meslin selalu di atas 10 juta ton dalam kurun 2016 hingga 2020. Sepertiga impor gandum Indonesia tersebut berasal dari Ukraina.

Lebih jauh, Bahana memperkirakan konflik yang terjadi di Eropa Timur itu bisa berdampak terhadap pasokan dan harga gandum. Walhasil, produk-produk dengan bahan dasar gandum di Indonesia bakal turut terdampak.

"Persiapkan jika harga roti, sereal, dan mi instan Anda naik, atau ukurannya menjadi lebih kecil, seperti tempe atau tahu (yang terdampak oleh kenaikan harga kedelai)," tulis ketiganya dalam catatan resmi, dikutip pada Senin, 7 Maret 2022.

Nilai impor gandum Indonesia dari Ukraina pada tahun lalu sebesar US$ 946 juta. Nilai tersebut adalah yang terbesar dari total impor komoditas bernomor HS10 yang mencapai US$ 3 miliar.

HS10 merupakan kode perdagangan untuk komoditas sereal, yang di antaranya gandum, jagung, beras, biji-bijian, dan sereal lainnya. Tak hanya gandum, minyak sawit atau crude palm oil (CPO) menjadi komoditas yang dapat terpengaruh oleh konflik di Eropa Timur.

Sebaliknya, Rusia dan Ukraina tercatat mengandalkan pasokan CPO dari Indonesia. "Tahun lalu, Indonesia mengekspor US$1,1 miliar minyak sawit ke Rusia dan Ukraina, menyumbang 3 persen dari ekspor CPO Indonesia (senilai US$ 32,8 miliar)," tulis ketiganya.

BISNIS

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus