Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP) Bernardus Djonoputro angkat bicara soal terpilihnya Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru. Ia mengusulkan penataan ibu kota baru mendorong infrastruktur jalan dan transportasi yang mengikuti skala manusia dan berbasis place making.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Place making adalah sebuah filosofi, konsep, dan pendekatan yang memberi sinergi maksimal antara kualitas ruang dan kualitas manusia secara berimbang. "Dengan basis tersebut, untuk infrastrukturnya dari awal membangun yang basis utamanya untuk kendaraan umum dan pejalan kaki," katanya, Selasa, 27 Agustus 2019.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dengan begitu, penataan kota tidak akan menyulitkan ketika diakses pejalan kaki sehingga bisa meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi. Selain itu, perlu juga diciptakan infrastruktur yang menggunakan energi terbarukan, seperti sistem panel surya atau berbasis listrik sehingga meminimalisasi polusi dan emisi. Terlebih karena ibu kota negara baru dibangun di salah satu sumber oksigen dunia.
Kemudian, Bernardus menyebutkan bahwa untuk kelistrikan dan telekomunikasi, terlebih dahulu bisa melakukan pematangan tanah sehingga jaringan telekomunikasi, listrik, gas, dan air semua bisa tertanam di dalam tanah, tidak ada yang di udara.
Bernardus menekankan bahwa dalam pembangunan infrastruktur di IKN baru yang harus diutamakan adalah perencanaan yang matang, jangan terburu-buru membangun, tapi nanti malah harus membongkar-bongkar lagi.
Jadi, kata dia, pemerintah harus merencanakan struktur ruang yang efisien. Karena pembangunan infrastruktur sejatinya mengikuti struktur ruang. "Jadi, harus masterplan yang sudah dilengkapi dengan infrastruktur dan sudah didesain sesuai dengan jangkauan pelayanan dan jumlah penduduknya,” ucapnya.
Yang bisa memimpin pembangunan infrastruktur adalah sektoral yang sudah dimiliki oleh pemerintah. “Kan di Indonesia untuk sektoral sudah ada badannya semua, listrik ada PLN, air ada PDAM, infrastruktur ada PU, sementara dikepalai oleh mereka dulu. Yang jangan dilupakan adalah harus ada badan penyiapan dan perencanaan IKN (ibu kota negara),” ujarnya. Oleh karena itu harus diperhatikan agar infrastruktur, kelistrikan, air, dan telekomunikasinya tertata.
BISNIS