Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
JAKARTA - Pelaku usaha pertekstilan meminta pemerintah mengevaluasi upaya perlindungan terhadap produk dalam negeri. Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta, menilai kebijakan proteksi berupa pengenaan bea masuk anti-dumping (BMAD) dan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) sejauh ini hanya merangkul sektor hulu. "Proteksi diperlukan dari hulu hingga ke hilir," kata Redma kepada Tempo, kemarin.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo