Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Mayoritas saham BUMN melemah pada hari peluncuran resmi Badan Pengelola Investasi Danantara.
Pasar khawatir Danantara membuat keputusan investasi secara terpusat dan dipengaruhi kepentingan politik.
Jika Danantara tidak dikelola secara profesional, ada risiko investor asing menarik dana dari pasar saham Indonesia (IHSG) dan Surat Berharga Negara (SBN).
PELUNCURAN resmi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara pada Senin pagi, 24 Februari 2025, belum memikat kepercayaan investor. Harga mayoritas saham badan usaha milik negara (BUMN) justru turun setelah Danantara diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Dari tiga bank milik BUMN yang asetnya bakal dikelola Danantara, hanya satu yang nilainya meningkat.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo