Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menyatakan siap melelang pembangunan sembilan bendungan baru pada tahun ini. Direktur Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Hari Suprayogi mengatakan pelelangan ini merupakan bagian dari target pembangunan 65 bendungan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Tahun 2019 sebanyak 9 bendungan baru akan dilelang untuk melengkapi target 65 bendungan,” kata Hari Suprayogi, di Jakarta, sebagaimana dikutip dari dalam siaran pers yang diunggah di laman setkab.go.id pada Senin, 15 Juli 2019.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Adapun sembilan bendungan tersebut adalah Bendungan Mbay di NTT, Jenelata di Sulawesi Selatan, Pelosika dan Ameroro di Sulawesi Tenggara. Kemudian Bendungan Jragung di Jawa Tengah, Riam Kiwa di Kalimantan Selatan, Tiro di Nanggroe Aceh Darussalam, Budong-Budong di Sulawesi Barat, dan Tiu Suntuk di Nusa Tenggara Barat.
Selama 2015-2019 Kementerian PUPR telah menargetkan bakal membangun 65 bendungan. Jumlah itu terdiri dari 49 bendungan baru dan 16 bendungan lanjutan. Sedangkan, Kementerian menargetkan penyelesaian pembangunan sampai akhir 2019 sebanyak 29 bendungan.
Menurut Hari, Kementerian akan fokus untuk menyelesaikan seluruh bendungan yang dibangun. Pembangunan bendungan baru akan dilakukan secara bertahap yakni mulai tahun 2021 hingga 2023 masing-masing sebanyak 5 bendungan setiap tahun sehingga total 15 bendungan.
“Kami akan membangun di daerah yang memiliki potensi seperti Bendungan Baliem dan Digul di Papua, Matenggeng di Kabupaten Cilacap, dan Lambakan di Kabupaten Paser,” kata Hari.
Selain itu, Hari juga menuturkan ada tiga bendungan yang telah selesai dibangun sehingga tinggal melakukan pengisian dan menunggu diresmikan. Ketiga bendungan itu adalah Bendungan Sei Gong di Kota Batam, Sindangheula di Serang, Banten, dan Passeloreng di Sulawesi Selatan.