Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan puncak arus balik gelombang kedua terjadi hari ini, Sabtu, 23 Juni 2018, dan besok. Namun, menurut Budi, lonjakan gelombang arus balik pada malam hari tidak terlalu tinggi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Kami memperkirakan akan ada lagi lonjakan malam ini dan besok malam tapi lonjakannya tidak begitu tinggi," kata Budi Karya Sumadi saat ditemui di Kementerian Perhubungan, Sabtu, 23 Juni 2018.
Baca juga: Puncak Arus Balik Mudik, Sampah Berserakan di Pinggir Tol Cipali
Budi mengatakan Kemenhub terus berkoordinasi dengan kepolisian soal arus balik. Menurut Budi, Kemenhub telah mempersiapkan upaya rekayasa lalu lintas, salah satunya rekayasa lawan arah atau contraflow.
"Mungkin besok tidak sampai dilakukan one way karena tidak sesignifkan 19 Juni," ujar Budi.
Simak pula: KLHK: Tindak Pemudik yang Buang Sampah di Tol pada Arus Balik
Budi berharap lalu lintas balik dua hari ini berjalan lancar. Menurut Budi, dari jalur darat paling masif arus balik terjadi di Tol Cipali dan Cikampek.
Dari data di Kementerian Perhubungan, volume lalu lintas di Gerbang Tol Cikarang Utama pada h+6 lebaran atau 22 Juni 2018 sebanyak 108.677 kendaraan. Hal tersebut menjukkan penurunan 4,79 persen dari 2017 yang sebesar, 114.144 kendaraan.
Sedangkan volume lalu lintas di gerbang Tol Palimanan, yaitu 53.935 kendaraan. Angka tersebut menunjukkan penurunan 6,60 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 57.745.
Budi mengatakan arus balik dari Pelabuhan Merak tidak akan ada lonjakan besar. Begitu juga pada transportasi udara.
"Untuk darat terjadi puncak lonjakan (arus balik) itu pada 19, 20 Juni sudah turun. 19 lebih tinggi dari 20. Intinya imbauan kami kepada masyarakat untuk kembali sebelum tanggal 20 cukup didengar," ujar Menhub Budi Karya Sumadi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini