Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bisa saja ada keterlambatan dalam merger PT Bank MNC International Tbk. (kode emiten: BABP) dan PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU).
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kepala Eksekutif Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam konferensi pers hasil rapat dewan komisioner atau RDK OJK bulan Juni 2023, menyebut rencana merger Bank Nobu dan Bank MNC telah diajukan pada 2022. Dalam kesempatan yang berbeda, dia menyebut merger keduanya akan rampung pada Agustus 2023.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Mengenai jangka waktu yang merupakan isu, saya kira memang bisa saja terjadi keterlambatan," kata Dian dalam konferensi pers Hasil RDK OJK bulan Juli pada Kamis, 3 Agustus 2023.
Tetapi, lanjut dia, bukan karena berkurangnya komitmen kedua bank itu. Dia telah berbicara kepada kedua belah pihak.
"Komitmen mereka sangat clear bahwa mereka akan mewujudkan merger ini secara optimal," ujar Dian. "Kita tidak bisa mundur."
Lebih lanjut, Dian menyebut mungkin ada sejumlah isu yang masih menjadi pembicaraan sehingga harus memperlambat merger. Namun, dia menilai hal tersebut akan memantapkan merger Bank Nobu dan Bank MNC.
"Ini (merger Bank Nobu dan Bank MNC) saya kira merupakan suatu percontohan yang sangat baik bahwa kedua konglomerat itu melakukan konsolidasi yang diharapkan bisa memberikan kontribusi," tutur dia.
AMELIA RAHIMA SARI | ANTARA