Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ekonomi

Rendahnya Literasi Keuangan Picu Judi Online

Rendahnya literasi keuangan ikut memicu seseorang terjerat judi online. Regulasi judi online tak selalu bermanfaat.

21 Oktober 2023 | 00.00 WIB

Polisi saat menggerebek sebuah tempat operasi situs judi online yang berlokasi di wilayah Taman Palem, Cengkareng, Jakarta, 8 Oktober 2022. Dok. Humas Polres Metro Jakarta Barat
Perbesar
Polisi saat menggerebek sebuah tempat operasi situs judi online yang berlokasi di wilayah Taman Palem, Cengkareng, Jakarta, 8 Oktober 2022. Dok. Humas Polres Metro Jakarta Barat

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Kerugian masyarakat Indonesia akibat judi online ditaksir mencapai Rp 300 triliun.

  • Akademikus ikut mencari akar permasalahan yang membuat pengguna tetap bermain judi online meski terus-terusan kalah.

  • Pakar keuangan dari Coventry University mendapati, selain disebabkan oleh faktor psikologi, keputusan irasional pelaku judi online ikut didorong oleh rendahnya literasi keuangan.

Separuh masyarakat Indonesia, menurut data Otoritas Jasa Keuangan, telah melek keuangan dan ini perkembangan yang signifikan dibanding pada satu dekade lalu yang hanya sekitar 20 persen dari populasi. Namun bukan berarti kita terbebas dari keputusan-keputusan irasional dalam mengelola keuangan, termasuk ketika berurusan dengan judi online (judol).

Masuk untuk melanjutkan baca artikel iniBaca artikel ini secara gratis dengan masuk ke akun Tempo ID Anda.
  • Akses gratis ke artikel Freemium
  • Fitur dengarkan audio artikel
  • Fitur simpan artikel
  • Nawala harian Tempo
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus