Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Minta Jokowi Tunda Proyek IKN, Faisal Basri: Kita Sekarang Hadapi Lima Ancaman Besar

Ekonom senior Universitas Indonesia Faisal Basri menyarankan pemerintah menunda proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN.

23 Oktober 2022 | 11.15 WIB

Minta Jokowi Tunda Proyek IKN, Faisal Basri: Kita Sekarang Hadapi Lima Ancaman Besar
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom senior Universitas Indonesia Faisal Basri menyarankan pemerintah menunda proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN. Dia menilai saat ini yang urgensi bukanlah pindah ibu kota baru, sementera dunia dihadapkan dengan ketidakpastian atau ancaman resesi global 2023.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Faisal mengatakan tidak ada pemerintahan yang ingin membangun ibu kita baru du tengah kondisi sekarang ini. “Kita menghadapi ancaman yang paling besar sekarang ada muncul istilah Five C atau 5C yaitu Covid-19, Conflict Rusia-Ukraina, Climate Change, Commodity Prices, dan Cost of Living,” ujar dia saat ditemuai di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta Timur, Kamis, 20 Oktober 2022.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dia menilai bahwa lokasi IKN baru ini tidak ideal jika dilihat dari berbagai perspektif, salah satu contohnya lokasi di Penajam Pasert Utara, Kalimantan Timur, kebanyakan lapisan tanahnya lumpur. Selain itu, banyak sumur gas kecil yang mudah terbakar. Dia mencontohkan Bukit Suharto perna kebakaran gara-gara batu bara yang panas.

Kemudian lokasi cadangan air yang jauh, karena daerahnya minim air. Meskipun bisa diatasi dengan teknologi saat ini, tapi Faisal menilai mitigasinya akan lebih mahal. “Itu risikonya. Mending ditunda setidaknya, idealnya kasih napas presiden baru nanti dong, 2025 deh mulai kita siapkan dengan lebih baik,” tutur dia.

Faisal tidak ingin permasalahan struktur tanah proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) terjadi kembali di proyek infrastruktur yang lain . Menurut dia, ada lintasan KCJB di wilayah dekat Bandung itu dibelokan karena kontur tanahnya sulit. “Padahal sebelumnya, ahli geologi sudah mengatakan bahwa tanah di lokasi tersebut tidak ideal.”

Selain itu jika bicara dampak ekonomi di IKN, Faisal menambahkan, seharusnya pemerintah memiliki hitungan tersendiri. Dia mempertanyakan dampaknya bagi 34 provinsi lainnya dari pembangunan ibu kota baru sekarang. Faisal menilai dampaknya hanya nol koma sekian, tidak signifikan untuk memeratakan pembangunan.

Selanjutnya: Dominasi Pusat Dinilai Jadi Sumber Disparitas Pembangunan

“Sumber disparitas pembangunan di Indonesia adalah karena terlalu dominannya pemerintah pusat. Jadi kuncinya, dia menyarankan, adalah berikan otonomi, bukan membangun IKN baru,” ucap Faisal.

Kepala Otorita IKN Bambang Susantono menjelaskan membangun IKN memiliki tantanga, salah satu ancaman yang diwaspadai banyak pihak adalah resesi global 2023. Namun dia meyakini, di tengah-tengah kondisi ekonomi global dan regional yang kurang baik, Indonesia masih akan bertahan dari kesulitan itu.

Indikatornya, kata dia, ekonomi Indonesia saat ini berhasil tumbuh 5 persen kala negara-negara lain tengah kesulitan. Indonesia, menurut Bambang, oleh beberapa lembaga internasional juga dianggap sebagai harapan di tengah banyaknya orang yang pesimistis atas kondisi ekonomi global. 

Selain itu, banyak ahli memberikan pernyataan yang sama bahwa Indonesia satu model yang berbeda dengan negara lain. Bambang pun menyampaikan kepada koleganya sesama pengusaha agar bersiap dari sekarang menghadapi krisis. Salah satunya melalui investasi ke pembangunan IKN. 

Sebab jika ada gelombang ekonomi yang kurang baik, kata dia, Indonesia sudah memiliki papan selancar, yaitu ibu kota anyar yang bisa menciptakan ekonomi baru. “We are surfing against the wave, jadi kita berselancar di ekonomi yang kurang baik tapi kita siap-siapnya dari sekarang,” tutur dia di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa malam, 18 Oktober 2022.

Senada dengan Bambang, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan setiap hari pengusaha menghadapi tantangan, termasuk resesi global. Namun dia menekankan, inflasi di Indonesia berhasil dapat dijaga lebih baik kektimbang negara lain. Sehingga, sentimen pasar akan adanya ancaman resesi ini tidak terlalu signifikan.

Arsjad menuturkan, justru dengan membangun ibu kota, Indonesia mengejar the new center of growth. Suatu tempat yang membawa efek ekonomi baru akan menjadi mesin pertumbuhan.  “Karena kalau ditunggu pas sudah ekonomi maju, (IKN) belum ada. Inilah bagian dari suatu proses, makanya saya katakan sebagai agent of growth,” kata Arsjad.

Baca: Ekonom Sarankan Pemerintah Tak Buru-buru soal IKN: SoftBank Saja Mundur

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini

M. Khory Alfarizi

Alumnus Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat. Bergabung di Tempo pada 2018 setelah mengikuti Kursus Jurnalis Intensif di Tempo Institute. Meliput berbagai isu, mulai dari teknologi, sains, olahraga, politik hingga ekonomi. Kini fokus pada isu hukum dan kriminalitas.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus