Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Yogyakarta - Pelaksana Tugas (Plt) General Manager Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Agus Pandu Purnama menuturkan, mulai Oktober 2019, sekitar 40 persen penerbangan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta sudah dipindahkan ke Yogyakarta International Airport (YIA). Pemindahan ini seiring rampungnya pembangunan Bandara YIA yang berada di Kecamatan Temon Kulon Progo itu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Pemindahan penerbangan ini membuat faktor aksesibilitas jadi prioritas," ujar Pandu di sela menghadiri Rapat Kerja bersama DPD RI DIY dengan Pemerintah DIY di Kantor DPD RI DIY Selasa 13 Agustus 2019.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Aksesibilitas itu, ujar Pandu, terutama soal infrastruktur pendukung menuju bandara YIA. Sebab, jika semua penerbangan domestik dan internasional sudah pindah ke YIA, maka potensi penumpang per tahun bandara Kulon Progo itu bisa 14 juta setahun.
Dari kajian pengelola bandara, sebagai bandara internasional YIA butuh aksesibilitas memadai berupa jalan bebas hambatan atau tol. Berkaca dari bandara internasional negara lain, kebutuhan kapasitas jalan arteri seperti yang tersedia saat ini di Jalan Raya Wates-Purworejo diperkirakan tak akan memadai.
"Tol (menuju bandara) itu memang seharusnya ada, untuk mendukung akses lebih cepat. Karena kalau jalan arteri itu terlalu banyak lampu merah," ujarnya.
Pandu menuturkan tol ke bandara sendiri saat ini masih dibahas. "Memang tol ke bandara itu tidak harus, tapi kebutuhan," ujarnya.
Anggota DPD RI, GKR Hemas mendukung segera dilakukannya pemindahan penerbangan dari Bandara Adisutjipto ke YIA Kulonprogo hingga 100 persen. Menurut dia, jumlah pekerja lokal YIA perlu ditambah serta segera dibangun rumah sakit modern bertaraf internasional di sekitarnya.
PRIBADI WICAKSONO