Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Sri Mulyani Disebut-sebut akan Terbitkan SBN untuk Danai 3 Juta Rumah, Ekonom BCA Ingatkan Ini

Menteri Keuangan Sri Mulyani dan jajarannya disarankan lebih intens memasarkan SBN tersebut ke investor asing. Kenapa?

27 Februari 2025 | 16.47 WIB

(dairi kiri) Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani setelah melakukan pertemuan membahas pembiayaan program 3 juta rumah di Gedung Kemenkeu, Jakarta, 19 Februari 2025.  Tempo/M Taufan Rengganis
Perbesar
(dairi kiri) Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani setelah melakukan pertemuan membahas pembiayaan program 3 juta rumah di Gedung Kemenkeu, Jakarta, 19 Februari 2025. Tempo/M Taufan Rengganis

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati disebut-sebut bakal menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) perumahan untuk mendukung pembiayaan program 3 juta rumah. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) David Sumual mengatakan SBN tersebut sebaiknya dibeli oleh investor asing.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Yang ideal itu pembelinya harusnya investor dalam maupun luar negeri Kalau bisa sih dari luar, jadi ada tambahan likuiditas lebih besar lagi,” ucapnya kepada Tempo, dikutip Kamis, 27 Februari 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pemerintah, kata dia, sebaiknya lebih intens memasarkan SBN tersebut ke investor asing. “Supaya tidak crowding out di dalam negeri. Jadi kita sasar investor-investor luar yang mendukung program ini,” ucapnya.

Dia berpendapat posisi Bank Indonesia mendukung SBN perumahan untuk menjamin imbal hasil atau yield surat berharga. Namun, menurut David, dukungan yang paling penting adalah ekosistem perumahan yang kondusif.

Pasalnya, kata dia, jika program ini didorong namun tak mempertimbangkan pembeli atau demand, maka investor tak akan tertarik memborong SBN. “Manufakturnya juga harus didorong. Dikhawatirkan tak ada permintaan. Jadi harus jelas supply dan demand-nya,” ucapnya.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo sebelumnya mengatakan BI bakal mengucurkan Rp 130 triliun untuk mendukung pembiayaan program 3 juta rumah. “Saya dengar Bank Indonesia bersedia menyediakan Rp 130 triliun untuk mendukung sektor perumahan. Itu minggu lalu putusannya Pak Perry Warjiyo (Gubernur BI). Dananya semua dari dalam negeri,” ucap Hasim saat berpidato dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2025 di Hotel The Westin Jakarta, Rabu, 26 Februari 2025.

Namun adik Presiden Prabowo Subianto ini tak menjelaskan bagaimana mekanisme penyaluran dana oleh BI tersebut. Sebelumnya sempat dikabarkan BI bakal mendukung program perumahan lewat dua skema yakni penyaluran insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan pembelian SBN di pasar sekunder.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan dukungan Bank Indonesia melalui penambahan insentif likuiditas terhadap bank-bank penyalur kredit perumahan. Selain itu, bank sentral akan membeli SBN (Surat Berharga Negara) dari pasar sekunder. Ia mengatakan hal tersebut sudah dibicarakan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus