Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Bojonegoro - Tembakau jenis virginia dari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tembus ekspor ke Negara Republik Dominika, terhitung Februari 2018 silam. Tidak tanggung-tanggung, nilai ekspornya bisa mencapai Rp 6,5 miliar atau sekitar US$ 464.310 untuk sekali kirim.
Tembakau jenis virgina yang dikirim ke Republik Dominika untuk bahan baku pembuatan cerutu. Kabarnya, tembakau asal Bojonegoro ini disukai penyuka rokok di negara kawasan benua Amerika Utara ini. “Ya, tembakau dari sini (Bojonegoro) disukai warga Dominika,” ujar Pjs Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro Agus Hariyana pada Tempo Senin, 14 Mei 2018.
Baca juga: Kelompok Riset Universitas Jember Rilis Buku Agribisnis Tembakau
Menurut Agus, sekali kirim untuk tembakau virginia dimulai Februari 2018 silam. Dengan total kiriman seberat 217,8 ton tembakau kering. Dan diperkirakan bulan-bulan ke depan, jumlah permintaan ekspor cenderung naik. Dan dalam satu tahun, ditargetkan bisa kirim ekspor antara 4-5 kali. “Jadi, ekspor bisa jadi naik,” katanya.
Areal tanaman tembakau di Bojonegoro sekitar 3.500 hektare. Target tanam tembakau ini untuk memenuhi kebutuhan industri rokok di Bojonegoro. Sedangkan jenis yang ditanam adalah tembakau virginia voor oogstdan tembakau grompol jati.
Sedangkan lokasi penyebaran tembakau di Bojonegoro berpencar-pencar. Seperti di Kecamatan Tambakrejo, Ngraho, Ngambon, Sukosewu, Kepohbaru, Sumberejo, Kanor dan sebagian di Kedungadem. Biasanya jenis tembakau virginia yang ditanam petani di Bojonegoro, Tuban, Lamongan, serta di Blora, Jawa Tengah.
Menurut Camat Kanor Subiyanto, petani tembakau di daerahnya jumlahnya berkurang untuk tiga tahun terakhir ini. Alasannya, sejak persawahan Kanor terbebas banjir, petani lebih memilih tanam padi, dengan panen minimal dua kali dalam satu tahun. “Meski demikian, sebagian juga ditanami tembakau,” ujarnya pada Tempo.
Dia menyebut, jika kemudian ada suplai ekspor dari tembakau, itu bisa menjadi penyemangat petani untuk kembali tanam tembakau.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini