Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Pemerintah membuka peluang untuk mengubah fokus operasi kereta api Argo Parahyangan menjadi kereta wisata setelah kereta cepat Jakarta-Bandung mulai beroperasi komersial.
Peralihan penumpang dari Argo Parahyangan ke kereta cepat dianggap belum cukup untuk mencapai target 10 ribu penumpang Whoosh per hari.
Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan layanan yang dioperasikan perusahaannya akan memiliki segmen pasar yang berbeda dengan Argo Parahyangan.
JAKARTA — Pemerintah membuka peluang untuk mengubah fokus pengoperasian kereta api Argo Parahyangan setelah kereta cepat Jakarta-Bandung mulai beroperasi komersial. Opsi tersebut akan dibicarakan Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku operator. "Ada wacana menjadikan Argo Parahyangan berfokus ke kereta api pariwisata, tapi detailnya masih dalam pembahasan," ujar juru bicara Kemenhub, Adita Irawati, kepada Tempo, kemarin.Â
Untuk saat ini, Argo Parahyangan masih beroperasi seperti biasa. Namun nasib kereta rute Stasiun Gambir menuju Stasiun Bandung ini belakangan menjadi perbincangan publik karena dianggap memiliki rute dan segmen yang mirip dengan Whoosh—nama kereta cepat Jakarta-Bandung. Dengan demikian, utak-atik operasi Argo Parahyangan dinilai perlu untuk bisa memindahkan konsumen dari kereta konvensional tersebut ke sepur kilat.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo