Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Menyambut Hari Raya Idul Fitri, Giordano merilis koleksi dengan sentuhan motif batik klasik Pekalongan dan Kalengan. Koleksi Lebaran ini merupakan hasil kolaborasi dengan pegiat budaya sekaligus penyiar radio nasional Iwet Ramadhan.
Baca juga: Hadir di PBB, Batik Berkembang Tanpa Batas
"Kita butuh harapan, sudah terlalu lama kita beradu argumen dan mempertahankan pendapat, berdebat tanpa ujung. Idul Fitri menjadi momentum kembali berkumpul, bersatu, dengan seluruh kerabat dalam suasana damai penuh cita," ujar Iwet Ramadhan tentang motif dalam busana Idul Fitri Giordano, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu malam.
Koleksi Giordano bertajuk "Enlightening Love" itu mempunyai makna selaras dengan motif "Beautiful Sorrow" yang dirancang Iwet Ramadhan terinspirasi dari batik klasik Pekalongan dan Kelengan.
Motif batik klasik Pekalongan dan Kelengan itu sarat makna yang punya nilai spiritual tinggi dengan warna biru dan putih.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Iwet yang juga seorang pengusaha itu menambahkan aksen merah dalam rancangannya, sehingga menyimbolkan harapan, cinta, dan kehidupan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sedangkan, motif "Beautiful Sorrow" bercerita tentang harapan bahwa setiap kesulitan, ujian, atau cobaan akan selalu berakhir dengan kebahagiaan.
"Enlightening Love adalah tema yang kami usung dalam kampanye edisi Lebaran kali ini. Tema itu berbicara tentang cinta yang penuh harapan, mencerahkan. Harapan rasa cinta itu akan menjadi cahaya terang bagi semua orang," ujar Chief Merchant Giordano Indonesia Ekawati Wongso.
Baca juga: Definisi Bahagia ala Ganjar Pranowo: Baju Semotif Dengan Serbet
Ekawati mengatakan kerja sama Giordano dengan Iwet Ramadhan itu menjadi bukti keseriusan perusahaan asal Hong Kong itu untuk mengapresiasi kekayaan dan talenta lokal di Indonesia.
ANTARA