Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Benarkah Memangku Laptop Berisiko Menyebabkan Kanker?

Kebiasaan memainkan laptop sambil memangkunya dianggap dapat memicu terjadinya kanker. Benarkah?

9 Maret 2023 | 09.10 WIB

AP/HO via Quincy Hearld-Whig
Perbesar
AP/HO via Quincy Hearld-Whig

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa orang kerap memainkan laptop sambil memangkunya. Menurut beberapa anggapan, kebiasaan tersebut dapat memicu terjadinya kanker.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Hal tersebut diklaim akibat dari paparan panas laptop, radiasi elektromagnetik, dan radiasi jaringan nirkabel (WiFi). Tetapi, benarkah demikian? 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Cancer Council menyatakan saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan antara memangku laptop dan kanker. Tetapi, panas dan radiasi dari laptop mungkin berisiko menurunkan kesuburan pria. 

Saat diletakkan di pangkuan, panas dan medan elektromagnetik dapat bereaksi pada testis. Mereka mempengaruhi kemampuan testis untuk menghasilkan sperma yang berkualitas.

Pengaruh Panas laptop

Mengutip Verywell Health, pada 2005, studi kecil oleh State University of New York (SUNY) di Stony Brook menemukan bahwa panas yang dikeluarkan oleh laptop dapat meningkatkan suhu skrotum, kantung kulit yang melindungi testis.

Testis adalah organ penghasil sperma. Skrotum bertugas menjaga suhu testis lebih rendah dari suhu tubuh. Karena testis yang terlalu hangat tidak dapat menghasilkan banyak sperma dan menurunkan kualitas sperma. 

Pada penelitian tersebut, panas laptop menaikkan suhu skrotum sebanyak 2,8 derajat Celcius. Meski kedengarannya tidak banyak, tetap dapat mempengaruhi kinerja sperma secara signifikan. 

Mengingat testis berfungsi paling baik pada suhu 1-2 derajat Celcius atau lebih rendah dibandingkan suhu tubuh. 

Pengaruh Medan Elektromagnetik

Medan elektromagnetik merupakan area energi yang tidak terlihat. Mereka dihasilkan oleh kombinasi gaya listrik dan magnet. 

Dalam satu penelitian, ilmuan mencoba memaparkan air mani pada medan elektromagnetik dari WiFi. Hasilnya, WiFi ditemukan merusak DNA sperma yang terkandung dalam air mani. 

Electromagnetic Fields (EMF) juga ditemukan berisiko menyebabkan penurunan jumlah sperma dan mengubah ukuran dan bentuk sperma. Serta mengubah motilitas sperma, menyebabkan fragmen kromosom putus, dan meningkatkan kemungkinan mutasi genetik.

DELFI ANA HARAHAP

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus