Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sejak duduk di bangku sekolah menengah atas, Ardianto Wihadi merasa berbeda dengan teman-temannya. Saat itu suasana hatinya gampang berubah-ubah secara ekstrem. Hanya karena suatu sebab kecil, seperti mendengarkan lagu, semangatnya bisa meluap luar biasa. Namun, cuma beberapa saat kemudian, dia sangat bersedih karena alasan yang sama. Teman-temannya tentu tak bisa memahaminya. "Saya dicap aneh oleh mereka," kata pria 30 tahun ini, Senin pekan lalu.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo