Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Mahasiswa asal Indonesia memukau para penonton dalam ajang bergengsi Parade Chingay 2018. Mereka tampil unik dengan kostum berbahan hologram dan model mobil terbang berukuran asli.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kendaraan unik itu dikonsep, didesain, dan dibuat dengan printer tiga dimensi standar industri di Sekolah Teknik MDIS (MDIS School of Engineering). Mobil terbang tersebut merupakan model pertama yang dirakit kontingen MDIS dalam parade itu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Salah satu mahasiswa MDIS, Ra Woonjae, mengungkapkan "mobil terbang" ini memiliki panjang 3 meter dan tinggi 1,7 meter, lengkap dengan baling-baling berputar pada sayapnya. Karya yang dipelopori sembilan mahasiswa Sekolah Teknik MDIS ini merefleksikan visi mahasiswa sebagai kendaraan masa depan. Mobil terbang tersebut juga menjadi simbol masa depan pendidikan, yang menunjukkan inovasi di bidang teknologi (3D printing), dan terhadap beberapa ilmu baru yang mulai bermunculan (precision engineering). Pembuatan karya ini melibatkan tujuh anggota yang bekerja lebih dari 100 jam.
"Melalui project ini, kami tidak hanya memiliki kesempatan untuk menguji keterampilan teknik kami dan mencoba teknologi 3D printing yang tersedia di sekolah kami. Namun kami juga memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan mahasiswa dari program lain," kata Ra Woonjae dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Maret 2018.
Berbalut kostum sporty yang berbahan hologram, mahasiswa yang berasal dari berbagai negara ini menampilkan tarian yang terinspirasi dari genre hip-hop dengan entakan musik Gloria Estefan, Conga. Penampilan mahasiswa ini sangat menghibur dan membuat para penonton terpukau.
Mahasiswa asal Indonesia di MDIS mengikuti Parade Chingay 2018 bersama 60 pelajar internasional dari 10 negara di kampus tersebut.