Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Agoraphobia adalah salah satu gangguan kecemasan atau ketakutan seseorang ketika berada di keramaian. Agoraphobia berasal dari bahasa Yunani, agora, yang berarti tempat terbuka.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Seseorang yang memiliki fobia ini akan sulit melarikan diri atau mendapatkan bantuan ketika terjadi keadaan darurat. Biasanya, seseorang dengan agoraphobia akan mengalami serangan panik, mual, dan stres.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Perasaan cemas yang dirasakan oleh penderita dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bersosialisasi dalam masyarakat dan kehidupan sehari-hari. Sebab, mereka akan menghindari situasi yang menyebabkan dirinya merasa panik, cemas, atau ketakutan yang berlebih.
Kebanyakan orang menganggap bahwa penderita agoraphobia takut ketika berada di luar bersama orang lain. Namun, kenyataannya, agoraphobia lebih kompleks dari itu.
Melansir Healthline, pada beberapa kasus, penderita agoraphobia dapat menghindari kegiatan sehari-hari, seperti pergi ke bank, mengunjungi pusat perbelanjaan, atau pergi ke supermarket. Sepanjang harinya, penderita lebih memilih untuk tinggal di dalam rumah.
Gejala Agoraphobia
Seseorang yang memiliki gangguan kecemasan agoraphobia biasanya dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Kognitif
Gejala kognitif dapat terlihat melalui pikiran atau perasaan yang dimiliki oleh penderita. Biasanya mereka akan merasa malu apabila sedang berhadapan dengan orang lain, merasa tidak dapat melarikan diri dari suatu situasi, dan merasakan tubuh yang gemetar ketika bertemu dengan banyak orang.
2. Perilaku
Gejala agoraphobia yang berkaitan dengan perilaku yaitu penderita tidak dapat meninggalkan rumah dalam waktu yang lama, merasa perlu ditemani oleh orang yang dipercaya saat bepergian, hingga menghindari antrean yang panjang.
3. Fisik
Melansir NHS, gejala fisik sebenarnya jarang dialami oleh penderita agoraphobia. Gejala ini dialami ketika mereka berada di suatu lingkungan yang membuat cemas. Gejala fisik yang biasanya muncul yaitu gemetar, nyeri dada, pusing, kesulitan untuk menelan, telinga berdenging, dan detak jantung yang cepat.