Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

Menikmati Mi Titi yang Renyah Khas Sulawesi di Jakarta

Mi titi, disajikan seperti ifumi.

27 Maret 2018 | 09.53 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Mi titi, mi kering khas Makassar di Restoran Sulawesi@Menteng, Jakarta Pusat. Tempo/Francisca Christy Rosana

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Coto bukan satu-satunya makanan khas Makassar. Bila Anda sedang melancong ke sana atau tengah mengunjungi restoran khas Sulawesi, sepiring mi titi sayang untuk dilewatkan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Mi titi adalah mi kering. Mi yang digunakan untuk membuat mi titi umumnya merupakan mi kuning dengan diameter sangat kecil. Sekilas, penampakan mi titi tiada bedanya dengan jajanan mi pedas masa lampau.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Di Makassar, warung mi titi bisa dijumpai di kawasan Tamanlarea. Adapun di Jakarta, kuliner yang diadopsi dari cara masak ala Oriental ini cukup sulit ditemukan, kendati di restoran khas Sulawesi sekali pun.

Pada Kamis, 22 Maret lalu, Tempo menyambangi restoran Sulawesi@Menteng bersama rombongan wartawan. Restoran itu menyediakan menu-menu masakan Makassar.  Menariknya terdapat menu mi titi, yang menjadi menu unggulan.

Saat dihidangkan, mi titi yang tampak mirip dengan sarang burung, disajikan seperti ifumi. Ifumi adalah mi kering khas Tionghoa. “Mi titi dimakan pakai kuah,” kata Diah Ayu, public relation Sulawesi@Menteng, saat ditemui di restoran itu, Jalan Sumenep, Jakarta Pusat.

Kuah mi titi berupa sup jamur hitam lengkap dengan bakso ikan, sawi putih, cumi-cumi, dan udang. Adapun kuahnya terbuat dari olahan sagu yang dicampur dengan tepung maizena. Sagu dan maizena membikin kuah menjadi kental.

Saat mi titi dicampur dengan sup, tekstur yang semula kering berubah menjadi lembek. Namun di beberapa bagian yang tak tersiram kuah, rasanya tetap krispi.

Sebenarnya ada dua cara menyantap mi titi, yakni langsung dicampur dengan kuah atau disantap terpisah. Keduanya memberikan pengalaman menyantap mi titi yang berbeda. Bila Anda suka dengan tekstur kriuk, cobalah cara kedua. 

Mi titi tak perlu lagi disantap bersama nasi. Sebab, bahan yang dibuat dari tepung dan kuahnya diolah dari bahan sagu, akan terasa mengembang seketika di perut. Harga sepiring mi titi di resto ini dibaderol Rp 48 ribu. Satu menu cukup untuk disantap 3-4 orang.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA

Francisca Christy Rosana

Francisca Christy Rosana

Lulus dari Universitas Gadjah Mada jurusan Sastra Indonesia pada 2014, ia bergabung dengan Tempo pada 2015. Kini meliput isu politik untuk desk Nasional dan salah satu host siniar Bocor Alus Politik di YouTube Tempodotco. Ia meliput kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke beberapa negara, termasuk Indonesia, pada 2024 

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
>
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus