Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Penyebab dan Gejala Alergi Debu, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Alergi debu reaksi tubuh terhadap tungau yang berkembang biak

18 Mei 2022 | 16.23 WIB

ilustrasi debu (pixabay.com)
Perbesar
ilustrasi debu (pixabay.com)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian orang agaknya bermasalah jika terpapar debu karena bisa menyebabkan alergi. Mengutip Mayo Clinic, alergi itu reaksi terhadap tungau yang berkembang biak dalam debu. Jenis tungau ini biasanya memakan sel kulit mati yang menempel di perabotan rumah, yaitu meja, tempat tidur, dan karpet.

Penyebab alergi debu

Biasanya alergi debu terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap sumber alergen. Mengutip WebMD, reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat asing seperti serbuk sari, bulu hewan peliharaan, dan tungau penyebab alergi.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ketika seseorang mengalami alergi, sistem kekebalan tubuh membuat antibodi yang menentukan alergen tertentu sebagai sesuatu yang berbahaya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Jika tubuh terpapar alergen, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan respons peradangan di saluran hidung atau paru-paru. Paparan alergen yang berkepanjangan bisa menyebabkan peradangan (kronis).

Gejala alergi

Merujuk keterangan Mayo Clinic, seseorang yang alergi debu akan mengalami beberapa gejala, yaitu demam, bersin, mata merah atau berair. Gejala lainnya, yaitu batuk, pilek, hidung gatal atau tersumbat, dan bengkak di bagian bawah mata.

Sebagian alergi yang cenderung parah bisa menyebabkan gangguan pernapasan. Menjaga kebersihan perabotan rumah termasuk cara paling mudah untuk mencegah alergi debu. Sebab, American College of Allergy Asthma and Immunology menjelaskan, organisme kecil penyebab alergi tidak bisa dilihat mata.

Kiat mencegah tungau debu

Mengutip situs web organisasi kesehatan paru-paru American Lung Association, berikut beberapa kiat untuk mengatasi tungau:

  1. Menjaga kelembapan

Kelembapan ruangan perlu dijaga di bawah 50 persen untuk meminimalkan pertumbuhan tungau debu rumah. Buka jendela, setidaknya selama satu jam per hari saat kemarau untuk mengurangi kelembapan

  1. Mencegah tungau bersarang

Debu mudah menempel di tempat yang permukaannya kasar. Sebaiknya mempertimbangkan jumlah perabotan semacam itu yang memungkinkan menjadi sarang tungau. Tempat tidur juga rentang menjadi sarang tungau. Kebersihan tempat tidur sangat penting untuk mencegah tungau bersarang, setidaknya dibersihkan sekali setiap pekan

  1. Kebersihan karpet

Karpet merupakan tempat yang paling disukai tungau untuk membuat sarang. Jika memang di rumah ada anggota keluarga yang punya riwayat alergi debu, sebaiknya tidak memakai karpet di rumah. Tapi, jika memang tetap ingin menggunakan karpet di rumah, maka penting untuk memiliki alat pengisap debu untuk membersihkan penutup lantai itu.

  1. Membersihkan rumah

Membersihkan debu secara teratur akan menjaga kesehatan. Demi memaksimalkan kebersihan rumah tak hanya menghilangkan debu menggunakan kemoceng, tapi juga mengelap atau mengepel menggunakan cairan pembersih.

M. RIZQI AKBAR 

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus