Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Saran Ahlli Gizi buat yang Mau Diet, Tak Harus Kurangi Nasi

Orang yang ingin diet tidak harus mengurangi atau bahkan tidak makan nasi. Yang penting bisa mengatur porsi makan sama banyak dengan sayur.

25 Januari 2024 | 22.08 WIB

Ilustrasi pria diet. Shutterstock
Perbesar
Ilustrasi pria diet. Shutterstock

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Ahli gizi klinis di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, Steffi Sonia, mengatakan orang yang ingin diet tidak harus mengurangi atau bahkan tidak makan nasi. Yang penting bisa mengatur porsi makan sama banyak dengan sayur.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Sarannya kalau mau menjaga kesehatan sesuai dengan Piring Makanku yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan itu sudah jelas dari rasio satu piring sebenarnya antara nasi sama sayur minimal setara dan sama banyaknya," kata Steffi, Kamis, 25 Januari 2024.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Ia juga mengatakan banyak orang terkecoh yang mengaku makan dengan porsi terlihat sedikit namun ternyata kalorinya sangat padat. Contohnya saat makan gorengan, meskipun hanya sepotong, gorengan tersebut mengandung minyak yang merupakan lemak dengan kalori tinggi.

Pilih sumber karbohidrat lain
Contoh lain adalah jika menyantap camilan kue kering, terutama yang berbahan dasar mentega atau margarin, juga terkandung banyak kalori meski ukuran potongnya kecil. Jika jumlah kalori tidak diatur akibatnya akan ada penumpukan lemak sehingga berat badan naik dan berujung obesitas.

"Enggak cuma camilan, nasi putih dengan nasi goreng secara teori nasi goreng kalorinya lebih tinggi," tambah Steffi.

Jika memiliki dana lebih dan ingin mengganti nasi putih dengan yang tinggi serat, Steffi menganjurkan nasi merah atau nasi cokelat namun tetap harus menjaga porsi makan yang seimbang dengan sayur meski nasi putih sudah diganti. Selain nasi merah, sumber karbohidrat lain juga bisa didapatkan dari kentang, ubi, atau singkong.

"Bukan berarti yang lain semua aman, tetap saja porsi harus dijaga mau dengan kentang, ubi, singkong. Semua pengganti makanan pokok tetap harus dijaga porsinya. Perbandingannya sama seperti nasi dan sayur, minimal sama banyaknya. Itu yang bikin lama kenyangnya," tandas Steffi.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus