Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

Studi Terbaru: Cyberbullying atau Perundungan Online Juga Dilakukan Orang Dewasa

Perundungan secara daring juga dapat saja dilakukan oleh orang dewasa. Ini alasannya.

31 Oktober 2023 | 06.19 WIB

Ilustrasi orang dewasa melakukan cyberbulliying. shutterstock.com
Perbesar
Ilustrasi orang dewasa melakukan cyberbulliying. shutterstock.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Cyberbullying atau perundungan secara daring kerap kali dianggap sebagai permasalahan yang menyangkut anak-anak, remaja, atau dewasa muda. Padahal, perilaku cyberbullying dapat juga dilakukan oleh orang-orang dewasa.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dilansir dari Psychology Today, perilaku cyberbullying atau perundungan online ini meliputi penghinaan online dan penargetan orang lain di media sosial. Perilaku ini dapat menyebabkan penderitaan yang parah seperti terdorong untuk melukai diri sendiri dan bahkan bunuh diri.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Internet dapat menjadi tempat untuk memupuk hubungan yang positif dan suportif yang memungkinkan orang untuk terlibat dalam pembelajaran seumur hidup serta memungkinkan orang untuk mengekspresikan diri mereka di depan umum.

Namun, di balik keuntungan-keuntungan tersebut, terdapat bahaya dari sejumlah dampak buruk di internet. Dampak buruk itu adalah cyberbullying. Cyberbullying cenderung melibatkan hubungan triadik (tiga arah) di antara target, pelaku, dan saksi (pengamat). Respons dari pengamat dapat berupa menonton secara pasif seluruh situasi yang terjadi atau bisa juga berupa upaya aktif untuk menenangkan korban.

Apa Itu Dishibinsi Daring?

Terdapat sebuah penelitian yang mencoba mencari faktor-faktor yang mungkin dapat menyebabkan seseorang menjadi pelaku cyberbullying. Dalam penelitian tersebut, peneliti memperkenalkan istilah disinhibisi daring, yaitu kecenderungan untuk menunjukkan kurangnya pengekangan saat berkomunikasi di media sosial.

Mereka yang paling mungkin menunjukkan disinhibisi daring, lebih jauh lagi, dapat dilihat berpotensi tinggi dalam mencari sensasi, kebutuhan akan tingkat stimulasi yang lebih tinggi untuk mencapai tingkat gairah optimal mereka.

Selain itu, bukan hanya pelaku yang mungkin memiliki kebutuhan untuk menciptakan kekacauan daring, tetapi juga pengamat pasif yang kegagalannya untuk bertindak juga dapat dikaitkan dengan keinginan untuk mengamati drama yang diciptakan oleh pelaku perundungan.

Cyberbullying Juga dapat Memengaruhi Orang Dewasa

Penelitian tersebut menggunakan sampel daring orang dewasa dengan rentang usia 19 hingga 66 tahun dan rata-rata 28 tahun. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang-orang dewasa juga dapat melibatkan dan memengaruhi orang dewasa.

Dalam kasus cyberbullying, peneliti juga melihat bahwa terdapat juga pengamat yang dapat memengaruhi tindakan tersebut. Proses yang berbeda berlaku untuk pengamat dibandingkan dengan pelaku. Pengamat mungkin menikmati kekacauan, tetapi tidak memiliki kebutuhan yang sama untuk menciptakan kekacauan itu sendiri.

Sebaliknya, pelaku perundungan online adalah orang-orang yang didorong oleh perasaan tertekan mereka sendiri untuk menjadi tidak nyaman di lingkungan daring dengan cara menciptakan efek berbahaya pada orang lain.

Orang-orang ini melampiaskan kesengsaraan mereka dengan berusaha membuat orang lain sengsara seperti mereka, dan mereka tidak memiliki kontrol internal yang dapat menyimpan kesengsaraan mereka untuk diri mereka sendiri.

Dwi Arjanto

Dwi Arjanto

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus