Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pesta itu baru dimulai pukul tujuh malam. Tapi sejak pukul empat sore hadirin sudah siap berpesta. Bujang-bujang tampil dengan aneka dandanan mencolok. Ada yang rambutnya dikepang keriwil-keriwil dengan hidung-kuping-bibir ditindik dan dihiasi anting. Gadis-gadis tak kalah modis dengan gaun irit bahan yang membuat pusar, perut, serta punggung seksi berkibar-kibar. Layaknya musim kawin bagi burung merak, mereka semua sibuk saling tebar pesona.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo