Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Olahraga kerap dipilih untuk menghilangkan stres dan kepenatan. Selain itu, olahraga juga menjadi cara yang tepat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap prima.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Akan tetapi, kekhawatiran penyebaran virus corona baru atau COVID-19 saat ini membuat banyak orang gelisah dan menghindari tempat-tempat dengan jumlah orang banyak untuk mengurangi risiko tertularnya penyakit tersebut. Tempat-tempat olahraga seperti pusat kebugaran kini justru menjadi kawasan rentan penularan virus yang bisa menyebar melalui permukaan orang yang terinfeksi virus atau tetesan udara ketika orang bersin atau batuk.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Nancy Messonnier, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Imun dan Pernapasan di Amerika Serikat, mengingatkan masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan dasar untuk membatasi paparan virus corona.
“Lakukan pencegahan setiap hari seperti menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit, sering-sering mencuci tangan, dan menghindari menyentuh permukaan di tempat umum,” katanya seperti dikutip Healthline.
Hal tersebut penting dan sejalan dengan imbauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengatakan virus corona dapat bertahan di permukaan selama beberapa jam hingga beberapa hari. Untuk itu, mereka merekomendasikan sering mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan pembersih tangan (hand sanitizer).
Pusat kebugaran adalah tempat yang ramai dengan banyak permukaan yang juga disentuh oleh banyak orang. Menyeka keringat dengan handuk saja tidak cukup untuk menghentikan penyebaran virus corona.
Oleh sebab itu, sejumlah pusat kebugaran mulai mengambil langkah pencegahan ekstra. Misalnya, San Mateo Athletic Club di College of San Mateo di California, yang mengaku telah mengikuti pedoman yang ditetapkan pemerintah setempat.
“Kami terus mendidik anggota staf tentang kebiasaan kebersihan yang baik, seperti menggunakan sarung tangan dan pembuangan dengan benar, prosedur pembersihan yang baik, penggunaan tisu basah di setiap tempat,” kata perwakilan pusat kebugaran tersebut.
Adapun, terkait upaya pencegahan penularan COVID-19, beberapa pusat kebugaran juga tutup untuk sementara waktu, seperti yang dilakukan oleh San Mateo pada akhir pekan lalu.
Planet Fitness juga mengatakan telah memiliki kebijakan dan prosedur kebersihan yang ketat dalam menjalankan bisnis. Ini termasuk memastikan kebersihan peserta secara teratur dan terhadap semua peralatan, permukaan, hingga area lantai klub.
Simon Hansen, atlet dan pelatih dari Best Sports Lounge, mengatakan dirinya sudah jarang mengunjungi pusat kebugaran sejak wabah COVID-19 mulai jadi perhatian, kendati dia tahu orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat cenderung tidak terpengaruh.
“Saya pikir itu perlu dilakukan untuk tindakan pencegahan karena kita mungkin secara tidak sengaja membahayakan sistem kekebalan tubuh. Namun, ini tidak berarti saya tak berolahraga, saya melakukannya di rumah,” tandasnya.
David Nazarian, spesialis penyakit dalam di Beverly Hills, mengatakan dengan adanya penyebaran virus corona baru yang cepat, penting untuk mengambil tindakan pencegahan standar melindungi diri sendiri.
“Olahraga penting untuk kesehatan secara keseluruhan, tetapi sangat penting untuk melindungi diri sendiri dari penyakit yang ditularkan melalui udara, terutama seperti virus corona baru ini, yang pengobatannya masih belum ditemukan,” katanya.
Dia menambahkan dengan menghindari tempat-tempat keramaian yang berisiko tinggi menularkan virus, kita dapat berolahraga di rumah sebagai opsi utama untuk tetap melakukan aktivitas fisik guna menjaga kesehatan fisik dan mental.
Alexandra Ellis, pendiri AR Wellness dan pembawa acara The Body Nerd Show, mengatakan masyarakat yang menghindari pusat kebugaran karena khawatir penyakit virus masih memiliki berbagai pilihan olahraga yang bisa dilakukan di rumah tanpa peralatan khusus.
“Fokus pada dasar-dasar gerakan olahraga seperti plank, push-ups, squats, dan leg lift untuk latihan standar, yang akan membangun kekuatan dan meningkatkan detak jantung. Pilih latihan yang menjangkau berbagai area tubuh dan lakukan latihan keseluruhan sekitar 20 menit,” jelasnya.